DPRD Kalimantan Tengah

‎Harga Buah Kelapa Sawit Kembali Stabil

122
×

‎Harga Buah Kelapa Sawit Kembali Stabil

Sebarkan artikel ini
PANEN : Petani saat mengumpulkan TBS untuk di angkut ke mobil pickup.

DPRD Kalteng Minta Pabrik Jangan Seenaknya Turunkan Harga TBS

‎‎PALANGKA RAYA – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai stabil setelah sempat mengalami penurunan hingga berada di kisaran Rp2.800 per kilogram. Saat ini harga TBS berangsur normal dan telah menembus angka Rp3.000 hingga Rp3.150 per kilogram di berbagai daerah.

‎Anggota DPRD Kalteng Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau, Sugiyarto mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pasar sawit mulai membaik setelah beberapa waktu terakhir dikhawatirkan oleh para petani.

“Kemarin di sudah Rp3.100 per kilogram. Menteri Pertanian juga sudah menyampaikan bahwa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) harus membeli harga sesuai dengan kondisi lapangan dan tidak boleh diturunkan seenaknya,” ujarnya, Selasa(9/6).

‎Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar bagi petani sawit yang sebelumnya mengeluhkan anjloknya nilai jual hasil panen. Stabilnya harga TBS dinilai penting untuk menjaga pendapatan masyarakat, khususnya di daerah yang menggantungkan perekonomian pada sektor perkebunan kelapa sawit.

‎Sugiyarto menegaskan perusahaan atau PKS tidak boleh membeli TBS di bawah ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pemerintah telah memberikan peringatan agar seluruh perusahaan mematuhi aturan yang ada. “Kalau diturunkan malah akan disanksi. Karena itu perusahaan harus mengikuti harga yang sudah ditetapkan sesuai kondisi pasar dan ketentuan pemerintah,” tegasnya.

‎

‎Ia mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Lamandau belum lama ini, harga TBS di tingkat petani sudah menunjukkan tren positif. Bahkan di sejumlah lokasi harga berada pada kisaran Rp3.000 hingga Rp3.150 per kilogram. “Kalau sudah di atas Rp3.000 itu sebenarnya sudah normal dan tidak ada masalah. Yang penting sekarang harga tetap dijaga agar tidak kembali turun,” katanya.

‎Menurut Sugiyarto, penurunan harga yang terjadi sebelumnya diduga dipengaruhi perubahan kebijakan ekspor yang sempat menerapkan mekanisme satu pintu. ”Jadi kalau saya melihat itu karena ada kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait eskpor sawit satu pintu, sehingga pelaku usaha harus menyesuaikan diri sehingga berdampak pada harga di lapangan,” tambahnhya.

‎DPRD Kalteng berharap kondisi ekspor yang kini kembali normal dapat terus mendorong peningkatan harga TBS. Pemerintah dan perusahaan juga diminta menjaga stabilitas pasar agar petani sawit tetap memperoleh harga yang layak dan menguntungkan.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *