DPRD Kalimantan Tengah

‎Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Hantavirus

87
×

‎Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Hantavirus

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Amonius Tuyum. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Kalangan anggota DPRD Kalteng mengingatkan kepada masyarakat dengan munculnya penyakit baru yang disebut Hantavirus. Penyakit yang penularanya melalui hewan pengerat ini memang belum mewabah seperti Covit 19, namun di beberapa daerah di Indonesia terutama di Jakarta sudah ditemukan.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Amonius Tuyum meminta kepada dinas terkait untuk melakukan antisipasi dini. Sementara masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mulai kembali menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyebaran virus tersebut.

‎Menurutnya ancaman penyakit menular dari luar negeri tidak boleh dianggap sepele. pengawasan di pintu masuk seperti bandara, pelabuhan maupun terminal perlu diperketat agar potensi penyebaran virus dapat dicegah sejak dini.

 “Tentunya kita harus hati-hati dengan orang luar negeri, karena awal mulanya dari luar. Maahan informasinya penularanya melalui kapal pesiar. Namun yang pasti virus tersebut juga akan muncul ketika kekebalan tubuh kurang bagus ditambah lagi kebersihan lingkungan kurang terjaga dengan baik,” ujarnya, Rabu(13/5).

‎Ia menjelaskan, Hanta Virus kerap dikaitkan dengan hewan pengerat seperti tikus yang hidup di lingkungan kurang bersih. Karena itu, masyarakat diminta menjaga sanitasi rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya sumber penyakit. Selain itu, penggunaan masker dinilai masih relevan diterapkan terutama di area ramai dan tertutup.

‎Menurut Amonius, pemerintah juga perlu menyiapkan petugas kesehatan di titik-titik mobilitas masyarakat. “Kalau bisa di bandara atau terminal-terminal memang harus disiapkan orang-orang kesehatan. Dan kemudian jangan lupa kita sudah mulai memakai masker,” katanya.

‎Ia menambahkan, kewaspadaan dini sangat penting agar Hanta Virus tidak masuk ke Kalteng seperti yang pernah terjadi pada sejumlah penyakit menular sebelumnya. Edukasi kepada masyarakat juga harus terus dilakukan agar warga memahami cara pencegahan serta mengenali gejala awal penyakit tersebut.

‎Amonius berharap masyarakat tidak panik, namun tetap disiplin menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi kunci utama agar penyebaran virus dapat dicegah sedini mungkin.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *