PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terasa begitu semarak di Bundaran Besar Kota Palangkaraya, Minggu (17/5). Ribuan masyarakat memadati kawasan ikon Provinsi Kalteng untuk menyaksikan iring-iringan Karnaval Budaya dan mobil hias.
Karnaval budaya ini sekaligus menandai pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Karnaval ini diikuti ratusan mobil hias dari dari 14 kabupaten dan satu kota, organisasi perangkat daerah, Lembaga, dan organisasi kemasyarakat dan kepemudaan. Kelompok seni tradisional dan paguyuban ikut memeriahkan karnaval budaya.
Di tengah kemeriahan acara itu, hadir sosok wanita cantik yang mencuri perhatian pengunjung yang memadati Bundaran Besar. Ia adalah Riska Agustin, Wakil Ketua I DPRD Kalteng. Tampil anggun mengenakan busana batik khas Dayak berwarna kuning bernuansa etnik.
Riska hadir bersama Ketua Ikatan Istri Anggota Dewan (Isdwan) Kalteng, Apristini Arton S. Dohong. Keduanya tampak duduk berdampingan di panggung kehormatan bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran legislator perempuan tersebut dinilai menjadi simbol dukungan DPRD Kalteng terhadap upaya pelestarian budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Karnaval budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan momentum emas untuk memperkuat persatuan dan mengenalkan kekayaan tradisi Kalimantan Tengah kepada dunia,” ujar Riska di sela-sela kegiatan.
Menurut Riska, Festival Budaya Isen Mulang tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, namun juga sarana mempererat kebersamaan masyarakat lintas suku dan generasi di Bumi Tambun Bungai. Ia menilai semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal harus terus dijaga agar identitas daerah tetap kuat.
“Budaya adalah jati diri masyarakat Kalteng. Karena itu, seluruh elemen, terutama generasi muda, harus ikut menjaga dan melestarikannya supaya tidak tergerus arus modernisasi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati Bundaran Besar sejak pagi hari untuk menyaksikan parade budaya dari berbagai daerah di Kalteng. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat membuktikan bahwa kecintaan terhadap adat dan tradisi masih tumbuh kuat di tengah kehidupan modern saat ini.
Riska berharap peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng menjadi momentum memperkuat persatuan serta membangun daerah dengan tetap berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal. Ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mendukung pelestarian budaya, dan menjadikan FBIM sebagai kebanggaan bersama masyarakat Kalteng.(sep/*)












