Gunung Mas

Distan Gumas Laksanakan Ubinan Swakarsa

134
×

Distan Gumas Laksanakan Ubinan Swakarsa

Sebarkan artikel ini
UBINAN : Sejumlah PPL dari Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas mengikuti ubinan padi di sejumlag tempat di daerah itu, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Untuk Memperbarui Data Produktivitas Padi Ladang

KUALA KURUN – Dalam rangka memperbarui data produktivitas padi ladang pada musim tanam Oktober–Maret tahun 2025–2026, Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas melaksanakan ubinan swakarsa di sejumlah kecamatan di daerah itu, beberapa waktu lalu.

Sekadar diketahui, ubinan merupakan metode survei pertanian untuk memprediksi atau mengestimasi produktivitas hasil panen tanaman pangan (padi/palawija) secara langsung di lahan sebelum panen raya.

Kepala Dinas Pertanian Gunung Mas Aryantoni menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan di beberapa wilayah. Seperti di Kecamatan Manuhing Raya di Desa Tumbang Mantuhe, Rungan Barat di Desa Mangkawuk). Untuk Kecamatan Rungan di Desa Tumbang Bunut dan Desa Tumbang Malahoi.

Sementara di Kecamatan Tewah, katanya di Desa Rangan Mihing, Damang Batu di Desa Tumbang Maraya dan Desa Tumbang Posu. Sedangkan Kecamatan Mihing Raya di Desa Rangan Tate dan Desa Tumbang Empas, serta Kecamatan Sepang di Desa Rabauh, Desa Tanjung Karitak, dan Desa Tewai Baru.

Aryantoni menjelaskan, ubinan swakarsa dilakukan oleh petani bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) dengan pendampingan aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian. Menurut dia, ubinan swakarsa merupakan metode pengukuran hasil panen yang dilakukan secara mandiri oleh petani guna mengetahui tingkat produktivitas padi ladang di masing-masing lokasi.

“Berdasarkan hasil ubinan, rata-rata produktivitas padi ladang dengan gabah kering panen (GKP) berkisar antara 1 hingga 2 ton per hektare,” ujar Aryantoni.

Dijelaskannya, kegiatan ini untuk memperoleh data aktual produktivitas padi ladang yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan program pertanian, evaluasi hasil produksi, serta pengambilan kebijakan di sektor pertanian.

Aryantoni menambahkan, data yang dihasilkan melalui metode ini dinilai lebih akurat karena mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, data tersebut diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan produksi padi ladang sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Gumas.

“Data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan, sehingga bisa menjadi dasar yang kuat dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *