PALANGKA RAYA – Teror perampokan yang menyasar gerai ritel modern seperti Alfamart di Kota Palangka Raya akhirnya mulai terkuak. Satu per satu pelaku diburu, dan polisi kini berhasil meringkus WP (22), sosok yang diduga menjadi bagian dari rangkaian aksi curas yang meresahkan karyawan toko dan warga.
Penangkapan dilakukan tim gabungan Polresta Palangka Raya bersama Ditreskrimum Polda Kalteng dan Polsek Pahandut di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Rabu (26/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan pakaian yang digunakan saat beraksi, helm, sandal, hingga barang hasil rampokan.
WP bukan pelaku biasa. Ia diduga kerap mengincar gerai ritel seperti Alfamart yang berada dalam kondisi sepi, khususnya menjelang tutup operasional. Dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul, pelaku menekan karyawan sebelum menggasak uang tunai dan rokok.
Aksi brutal itu salah satunya terjadi di ritel modern Jalan Garuda pada 25 Februari 2026. Dalam kejadian tersebut, pelaku bersama rekannya merampas uang dan barang dagangan dengan total kerugian sekitar Rp11 juta. Modus serupa kembali muncul di Jalan Junjung Buih pada 21 Maret 2026 dengan kerugian mencapai Rp11,6 juta.
Rekaman CCTV menjadi kunci. Pola gerak pelaku yang sama—menyasar toko sepi, beraksi cepat, dan menggunakan ancaman senjata—membuat polisi yakin ini bukan aksi tunggal, melainkan bagian dari rangkaian perampokan ritel yang terstruktur.
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan yang menebar teror di ruang publik.
“Kami pastikan pelaku diproses tegas. Ini bentuk komitmen kami menjaga keamanan masyarakat, termasuk karyawan ritel yang menjadi sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Jatanras Iptu Helmi Hamdani mengungkapkan, WP diduga sudah beraksi berulang kali sejak 2023 hingga 2026, dengan target utama gerai ritel modern.
“Masih kami kembangkan. Ada indikasi pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini,” ujarnya.
Kini, polisi masih memburu rekan WP yang diduga ikut dalam aksi perampokan tersebut. Pengungkapan ini menjadi langkah awal membongkar jaringan perampok ritel yang selama ini menghantui gerai-gerai seperti Alfamart di Palangka Raya.












