SAMPIT – Aksi kriminal bersenjata tajam mengguncang Kota Sampit, Jumat (20/2/2026). Dalam rentang waktu kurang dari 12 jam, dua perampokan terjadi di lokasi berbeda. Seorang pedagang angkringan disayat pelaku saat waktu sahur, sementara sebuah kios BRILink digasak hingga hampir Rp 10 juta.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Perumahan Pandawa Jalur 7, Jalan Jenderal Sudirman. Marni (44), seorang pedagang jajanan angkringan, menjadi korban kebrutalan pelaku yang diduga masuk ke rumah sewanya saat suasana sahur masih berlangsung.
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka sayatan serius di bagian mulut, dahi, dan wajah. Meski terluka parah, ia masih sempat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar rumah untuk meminta pertolongan tetangga.
Ketua RT 48, Witnyu Sukamto, mengatakan dirinya didatangi warga sekitar pukul setengah tiga pagi.
“Warga datang memberi tahu ada korban perampokan. Kami langsung fokus menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah sakit, setelah itu baru melapor ke polisi,” ujarnya.
Sebelum tidak sadarkan diri, korban sempat menceritakan bahwa ia berteriak meminta tolong. Namun teriakan itu diduga kalah keras dengan suara pengeras sahur di sekitar lokasi.
Di dalam rumah, bercak darah terlihat di sejumlah bagian lantai. Polisi juga menemukan sebuah linggis kecil yang berlumur darah, diduga digunakan pelaku saat beraksi. Korban kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit.
Kapolres Kotawaringin Timur, Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Ketapang AKP Anis membenarkan kejadian tersebut. Tim Reskrim telah diterjunkan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti di lokasi.
“Anggota sudah kami turunkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya singkat.
Belum reda kasus pertama, aksi serupa kembali terjadi pada siang harinya sekitar pukul 13.17 WIB. Kali ini, kios BRILink Arza Jaya Grup di Jalan HM Arsyad, kawasan Mentari Swalayan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, menjadi sasaran.
Penjaga kios, Yuniar Tia Kurnia (27), mengaku terkejut saat seorang pria berpakaian serba hitam dan mengenakan helm merah tiba-tiba masuk dan menodongkan pisau ke wajahnya.
“Saat itu lagi sepi. Saya pegang handphone, tiba-tiba dia masuk langsung menodongkan pisau dan menyuruh masukkan uang ke tasnya,” tuturnya.
Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp 9 juta dari laci utama, ditambah uang di luar laci yang diperkirakan sekitar Rp 700 ribu. Setelah mendapatkan uang, pelaku langsung melarikan diri.
Korban sempat berteriak dan berusaha mengejar. Kebetulan, petugas kepolisian yang berada tidak jauh dari lokasi turut melakukan pengejaran. Namun pelaku berhasil lolos.
Dari rekaman CCTV, pelaku diketahui melarikan diri ke arah belakang kios dan memarkir sepeda motor Honda Vario merah di Jalan Mangga I sebelum kabur.
Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko menyatakan laporan sudah diterima dan penyelidikan terus dilakukan.
“Anggota sedang mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi,” katanya mewakili Kapolres Resky Maulana Zulkarnain.
Dua perampokan dalam sehari ini memicu keresahan warga. Aparat kepolisian kini memburu pelaku dan mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua kejadian tersebut, termasuk pola penggunaan senjata tajam dalam melancarkan aksi.
Subuh Mencekam Siang Meringis, Perampok Bersenjata Tajam Menggila di Sampit












