Barito Selatan

RSUD Buntok Akan Dibangun Tiga Lantai

25
×

RSUD Buntok Akan Dibangun Tiga Lantai

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Sekretaris Daerah Barito Selatan Ita Minarni saat diwawancarai awak media di Buntok, beberapa waktu lalu. FOTO DISKOMINFO

Kemenkes Siapkan Anggaran Rp115 Miliar, Mulai Dibangun 2027

BUNTOK – Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp115 miliar untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), pada tahun anggaran 2027. Pengembangan rumah sakit tersebut direncanakan mulai awal 2027 dengan konsep gedung bertingkat tiga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Selatan Ita Minarni mengatakan, anggaran tersebut telah tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Kesehatan.

“Alhamdulillah, anggarannya sudah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan sebesar Rp115 miliar. Rencananya, pembangunan gedung tiga lantai dimulai awal tahun depan,” kata Ita Minarni, Selasa (20/10/2026).

Menurut Ita, pengembangan RSUD Jaraga Sasameh itu menjadi salah satu program strategis meningkatkan fasilitas kesehatan sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat di Barito Selatan. Selain sektor kesehatan, pemerintah pusat juga memberikan dukungan pembangunan infrastruktur jalan di Barsel. Pelaksanaannya direncanakan melalui sinergisitas pemerintah daerah dan TNI.

Di sisi lain, Pemkab Barsel juga berupaya membantu masyarakat terdampak bencana. Khususnya warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat kebakaran dan tanah longsor. Program pembangunan rumah bagi warga terdampak tersebut direncanakan mulai dilaksanakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.

“Untuk pembangunan rumah warga yang terbakar dan terdampak longsor, pelaksanaannya dilakukan secara swadaya bersama masyarakat serta didukung APBD Perubahan. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui sinergi eksekutif dan legislatif, guna memperjuangkan berbagai program pembangunan agar dapat direalisasikan di Barsel,” ungkap Ita Minarni.

Menurut Ita, upaya menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat tidak semata-mata untuk memperoleh tambahan anggaran dalam bentuk uang, tapi juga memastikan program-program pemerintah pusat menjangkau daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Lobi ke pusat ini bukan berarti kita ingin langsung mendapatkan anggaran atau uangnya. Namun yang utama bagaimana program-program pemerintah pusat bisa dilaksanakan di Barsel dan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat,” tegasnya. (bel/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *