Sukamara

Mulai Pemeliharaan Jalan Sukaraja-Pangkalan Muntai

23
×

Mulai Pemeliharaan Jalan Sukaraja-Pangkalan Muntai

Sebarkan artikel ini
MENINJAU : Bupati Sukamara Masduki saat meninjau jalan pemeliharaan darurat jalur Sukaraja - Pangkalan Muntai, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

SUKAMARA — Pemerintah Kabupaten Sukamara mulai melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan darurat pada jalan poros serta jembatan di jalur Sukaraja–Pangkalan Muntai. Bupati Sukamara H Masduki pun sudah meninjau langsung ke lokasi pemeliharaan jalan dan jembatan tersebut.

“Langkah tanggap cepat ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukamara untuk membenahi kondisi badan jalan dan sejumlah jembatan yang sebelumnya kurang layak dilalui. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur jalan tersebut,” kata Masduki, beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan penanganan darurat ruas jalan dan jembatan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukamara dengan sejumlah perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pemanfaatan dukungan CSR perusahaan ini menjadi langkah cepat untuk menangani kondisi jalan dan jembatan sebelum dilakukan peningkatan infrastruktur secara permanen. Seperti melalui melalui pengecoran beton dan pengaspalan yang bersifat permanen nantinya.

“Jalur poros Sukaraja–Pangkalan Muntai memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu akses penghubung antardesa di Kabupaten Sukamara. Selain itu, jalur tersebut juga memiliki nilai strategis sebagai jalur alternatif menuju akses Trans Kalimantan Barat,” jelasnya.

Masduki menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur jalan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat berkaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi di wilayah pedesaan.

“Jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan akses masyarakat tetap aman dan nyaman untuk digunakan, sehingga aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian antardesa dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (iza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *