KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan bersama TNI, masyarakat dan dunia usaha mematangkan pelaksanaan karya bakti skala besar yang diarahkan untuk membuka akses wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, khususnya di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Katingan Firdaus bersama Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, didampingi Sekretaris Daerah Katingan Christian Rain. Rapat itu dilaksanakan di ruang rapat PT Dwima, Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, baru-baru ini.
Saat membuka rapat, Sekda Christian Rain menyampaikan, karya bakti skala besar ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Kegiatan tersebut dinilai memiliki skala besar dan membutuhkan dukungan dari berbagai unsur. Menurut dia, kegiatan ini bukan semata pekerjaan TNI, tapi merupakan bentuk gotong royong yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.
“Kegiatan utama ini adalah TNI bersama masyarakat. Sedangkan dari pemerintah, kita membantu dari sisi regulasi dan dukungan teknis, terutama Dinas PU. Tim teknis pemerintah perlu terlibat untuk memberikan pertimbangan agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai ketentuan dan kondisi teknis,” ujarnya.
Sementara Wabup Firdaus menegaskan, karya bakti skala besar merupakan kesempatan penting bagi Kabupaten Katingan, karena program tersebut dilaksanakan hanya di sejumlah kabupaten di Indonesia. Termasuk Katingan.
Dia meminta camat dan kepala desa untuk mengkoordinasikan keterlibatan masyarakat di masing-masing wilayah. Masyarakat diharapkan membantu TNI dalam berbagai pekerjaan yang memungkinkan dilakukan secara gotong royong. “Selain perusahaan besar, kita juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi, termasuk pengusaha angkutan dan pihak lain yang memiliki kemampuan mendukung mobilisasi material,” katanya.
Dandim 1019/Katingan menambahkan, alah satu sasaran utama adalah peningkatan jalan sepanjang sekitar 18 kilometer yang menghubungkan wilayah Sanaman Mantikei menuju Tumbang Hati serta akses dari arah Kecamatan Petak Malai. Pengerjaan direncanakan dilakukan dari dua arah, agar waktu pelaksanaan dapat dipersingkat dan kedua titik pekerjaan dapat bertemu di tengah.
“Selain jalan, karya bakti juga menyasar pembangunan 15 titik jembatan. Dari jumlah tersebut, 10 titik direncanakan menggunakan konstruksi beton, sedangkan lima titik lainnya menggunakan konstruksi kombinasi beton dan kayu dengan mempertimbangkan kondisi medan serta percepatan pengerjaan,” jelasnya. (ndi/ens)












