Palangka Raya

Fairid Beri Bantuan Pribadi Rp1,5 Juta per Kelompok, BPBD Serahkan 10 Mesin ke Relawan

30
×

Fairid Beri Bantuan Pribadi Rp1,5 Juta per Kelompok, BPBD Serahkan 10 Mesin ke Relawan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyerahkan bantuan pembinaan secara pribadi kepada kelompok relawan karhutla, disaksikan Kalaksa BPBD Hendrikus Satria Budi, di halaman Kantor BPBD Kota Palangka Raya, Jumat (2/10/2026). RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memberikan bantuan dana pembinaan secara pribadi kepada kelompok relawan yang selama ini terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja para relawan di tengah penanganan karhutla dan dampak kabut asap di Kota Palangka Raya.

Bantuan tersebut diberikan di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Jumat (2/10/2026).

Fairid menegaskan dana pembinaan tersebut bersumber dari kantong pribadinya dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ada juga bantuan dari saya pribadi untuk seluruh kelompok relawan. Ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian kami kepada para relawan yang selama ini telah bekerja membantu penanganan karhutla,” ujar Fairid.

Setiap kelompok relawan disebut akan menerima dana pembinaan sebesar Rp1,5 juta.

Fairid mengatakan bantuan tersebut diberikan tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun forum tempat para relawan bergabung, baik Forum Relawan Damkar Provinsi Kalimantan Tengah, Satgas Kota, maupun kelompok relawan lainnya.

“Saya tidak memandang apakah tergabung dalam Forum Relawan Damkar Provinsi Kalimantan Tengah, Satgas Kota, atau kelompok lainnya. Berapa pun jumlah relawan yang ada harus menjadi tanggung jawab dan perhatian kami,” katanya.

Selain bantuan pribadi dari wali kota, dalam kegiatan yang sama BPBD Kota Palangka Raya menyerahkan bantuan peralatan berupa mesin kepada kelompok relawan.

Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi menjelaskan, sebanyak 10 mesin disiapkan untuk mendukung operasional relawan di lapangan.

Hendrikus mengatakan mesin tersebut berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan statusnya dipinjam pakaikan kepada kelompok relawan.

Bantuan peralatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan relawan ketika melakukan penanganan kebakaran di lapangan.

“Bantuan mesin sebagaimana dijelaskan Wali Kota itu berasal dari BTT dan mesin dipinjam pakai kepada relawan. Jika terjadi kendala terhadap mesin tersebut, diminta untuk melaporkan, kemudian nantinya mesin tersebut akan digantikan dengan mesin baru,” jelasnya.

Sepuluh kelompok yang menerima mesin tersebut yakni BPK Amin Subur, BPK Borneo Sektor, BPK PKCM, BPK Flamboyan, BPK TSAK Bukit Tunggal, BPK Pandu Lima, BPK Putra Pahandut, TSAK Menteng, BPK Tim Boy, dan BPK Bintang Utama.

Hendrikus menegaskan mekanisme penggantian mesin dilakukan agar kendala peralatan tidak menghambat penanganan karhutla. “Ada bantuan susu juga dari DisdaldukKB Kota Palangka Raya,” tambahnya.

Di sisi lain, Fairid menyebut kerja sama antara pemerintah, relawan, TNI, Polri dan berbagai unsur masyarakat tetap dibutuhkan selama penanganan karhutla berlangsung.

Ia mengapresiasi relawan yang tetap bekerja di lapangan, termasuk ketika harus melakukan pemadaman dari pagi hingga malam hari.

“Saya tahu seluruh relawan sudah bekerja keras untuk Kota Palangka Raya. Karena itu kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan menghargai dedikasi mereka,” pungkasnya. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *