PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi menyatakan sepakat rencana pemerintah memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) satu bulan ke depan. Hal ini mengingat kondisi kemarau masih berpotensi berlangsung hingga Oktober.
Hanya saja, kata Junaidi keputusan perpanjangan perlu mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk perkembangan kondisi cuaca dalam beberapa pekan ke depan.
“Apa yang disampaikan Pak Gubernur itu kita sepakat. Tanggap darurat karhula memang harus kita perpanjang karena kondisi masih terjadi karhutla dan juga belum turun hujan,” katanya, Selasa (29/9).
Menurut Junaidi, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan BMKG, puncak kemarau masih diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober. Namun, perkembangan kondisi cuaca tetap perlu dipantau karena tidak bisa dipastikan secara mutlak kapan hujan akan kembali merata.
“Itu berdasarkan data sementara. Kita tidak tahu apakah memang Oktober nanti sudah mulai ada hujan atau belum,” ujarnya.
BMKG memprakirakan curah hujan rendah di sebagian besar Kalteng hingga dasarian II Oktober. Bahkan, sebagian wilayah Kalteng bagian selatan memiliki peluang curah hujan bulanan di bawah 50 milimeter pada Oktober.
Junaidi berharap kesiapan pemerintah dan seluruh unsur penanggulangan karhutla mampu menjaga kondisi hingga musim penghujan benar-benar tiba. “Mudah-mudahan persiapan kita satu bulan ke depan itu aman. Mudah-mudahan,” ungkapnya
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran sebelumnya menyatakan status tanggap darurat diperpanjang hingga 30 hari kedepan. Hal ini lakukan akibat kondisi udara di sejumlah wilayah di Kalteng masih dalam kondisi berbahaya.(sep/*)












