Palangka Raya

133 Warga Palangka Raya Ikuti Pelatihan Vokasi, Tekan Pengangguran Terbuka

33
×

133 Warga Palangka Raya Ikuti Pelatihan Vokasi, Tekan Pengangguran Terbuka

Sebarkan artikel ini
133 Warga Palangka Raya Ikuti Pelatihan Vokasi, Tekan Pengangguran Terbuka.

PALANGKA RAYA – Peningkatan keterampilan masyarakat di Kota Palangka Raya terus didorong melalui pelatihan vokasi. Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangka Raya bersama Balai Besar Vokasi dan Pelatihan Bekasi, Kementerian Ketenagakerjaan, melaksanakan pelatihan Vokasi di UPTD Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya, Rabu (30/9/2026).

Pada Tahun ini, sebanyak 133 orang dari masyarakat umum, bahkan dari perusahaan turut mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan vokasi dinilai menjadi bentuk pendidikan informal yang dapat melengkapi pendidikan formal.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Palangka Raya.

“Tujuannya dalam rangka kita mewujudkan visi Kota Palangka Raya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar Kota Palangka Raya menjadi maju, modern, dan berkelanjutan,” katanya.

Pada tahun ini Palangka Raya mendapatkan 28 paket pelatihan. Tahap pertama yang dilaksanakan saat ini sebanyak 10 paket, sedangkan 18 paket lainnya akan dilaksanakan pada waktu berikutnya.

Materi pelatihan di antaranya servis kendaraan bermotor, servis AC, menjahit, pembuatan roti, mebeler hingga pengelasan (welder).

Pelatihan tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin menambah keterampilan atau melakukan upskilling. Peserta juga tidak dipungut biaya.

Pemko juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengusulkan jenis pelatihan yang dibutuhkan, termasuk keterampilan permesinan, servis, bartender hingga digitalisasi.

Pelatihan Vokasi Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Palangka Raya

Selain itu, pelatihan vokasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi melalui lahirnya tenaga kerja terampil dan pelaku usaha baru.

Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi modal untuk masuk ke dunia kerja maupun membuka lapangan pekerjaan secara mandiri. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang tersedia.

“Selepas nanti mereka mendapatkan pelatihan vokasi, mereka bisa masuk ke dunia kerja, khususnya yang informal,” tambahnya.

Untuk informasi lebih lanjut, termasuk ketentuan, jadwal, saran, serta proses pendaftaran Pelatihan Vokasi, masyarakat dapat mengakses website resmi DigiPark Kota Palangka Raya: Klik link disini.

“Harapan kita nanti bisa mengurangi beban dari pemerintah. Mereka bisa membuka lapangan kerja dan bisa meningkatkan pergerakan perekonomian di Kota Palangka Raya melalui dunia kerja yang mereka ciptakan ataupun bisa bergabung dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan,” pungkas Zaini. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *