PALANGKA RAYA – Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan harus lebih waspada terhadap kondisi kesehatan.
Perlindungan juga dibutuhkan para relawan yang berada di lapangan dan bersentuhan langsung dengan asap saat menjalankan tugas pemadaman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Erlan Audri. Ia turun langsung ke jalan menyalurkan bantuan berupa masker dan vitamin kepada masyarakat serta relawan di sejumlah titik dalam Kota Palangka Raya.
Bantuan tersebut disalurkan mulai dari Bundaran Kecil, Bundaran Burung, Jalan Yos Sudarso, Tampung Penyang hingga kawasan Jalan Karanggan 20. Di lokasi terakhir, bantuan turut diberikan kepada para relawan yang tengah berjibaku melakukan pemadaman karhutla.
Erlan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari meski kualitas udara tengah terdampak kabut asap.
“Kami melihat langsung masyarakat dan relawan yang tetap beraktivitas di tengah kondisi kabut asap. Karena itu, kami berupaya memberikan masker dan vitamin sebagai bentuk kepedulian, terutama bagi mereka yang berada di luar ruangan dan para relawan yang melakukan pemadaman,” ujar Erlan, Kamis (24/9/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah. Aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, menurutnya, sebaiknya dikurangi.
Sementara bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dinilai penting sebagai salah satu upaya melindungi diri dari paparan asap. Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar dan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting di tengah kondisi kabut asap. Mari kita sama-sama menjaga diri dan lingkungan,” katanya.
Perhatian serupa juga diberikan kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Erlan meminta mereka tetap mengutamakan keselamatan serta memperhatikan kondisi kesehatan selama menjalankan tugas pemadaman.
Menurut dia, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan upaya memadamkan titik api. Perlindungan terhadap masyarakat dan relawan yang terdampak asap juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga bagaimana masyarakat dan para petugas di lapangan tetap terlindungi dari dampak yang ditimbulkan,” pungkasnya. (ifa)












