DPRD Kalimantan Tengah

‎Pemerintah Perlu Antisipasi Risiko Gagal Panen

41
×

‎Pemerintah Perlu Antisipasi Risiko Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw ‎BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Ancaman kekeringan akibat kemarau panjang menjadi perhatian Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harapanno Mandouw terutama terhadap keberlangsungan produksi pertanian.

Ia berharap pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar dampak kemarau tidak berujung pada penurunan produksi maupun gagal panen.

‎Sebab, kegagalan panen tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan hasil pertanian, tetapi juga dapat menekan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

‎

‎“Kita mendorong pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif, terkait kemungkinan besar terjadinya kegagalan panen produksi pertanian, akibat kekeringan yang dipicu oleh kemarau yang lebih panjang tahun ini,” ujar Hero, Selasa (22/9).

‎

‎Ia menilai pemerintah perlu memetakan wilayah yang berisiko terdampak kekeringan sekaligus menyiapkan bentuk intervensi yang dapat diberikan kepada petani. Dukungan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar penanganan tidak terlambat ketika produksi mulai terganggu.

‎

‎“Saya berharap ada kebijakan, program bantuan, dan strategi mitigasi yang perlu diterapkan untuk kesejahteraan petani,” kata Hero.

‎

‎Hero mengingatkan dampak kemarau tidak hanya dirasakan pemilik lahan pertanian. Penurunan aktivitas produksi juga berpotensi memengaruhi buruh tani, pekerja harian, serta masyarakat lain yang memperoleh penghasilan dari kegiatan pertanian.

‎

‎“Dampak paling berat tersebut dirasakan oleh petani, buruh harian, dan pekerja informal,” tegasnya.

‎

‎Hero mendorong pemerintah bergerak lebih awal dengan memperkuat mitigasi, termasuk memastikan dukungan bagi petani yang menghadapi ancaman penurunan produksi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan pertanian sekaligus mengurangi tekanan ekonomi masyarakat apabila kemarau berkepanjangan terus berlangsung. (sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *