DPRD Palangka Raya

Dewan Minta Relawan Karhutla Harus Usia Produktif

36
×

Dewan Minta Relawan Karhutla Harus Usia Produktif

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Palangka Raya Arif M Norkim.

PALANGKA RAYA – Kesiapan fisik menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. 

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya meminta perekrutan relawan tidak hanya mengejar jumlah personel saja. Tapi juga harus mempertimbangkan dari segi usia dan kondisi fisik calon relawan karhutla tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M Norkim mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memprioritaskan masyarakat usia produktif, khususnya di bawah 40 tahun, untuk bergabung sebagai relawan karhutla.

Menurut Arif, tugas pemadaman di lapangan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Relawan berpotensi menghadapi panas, medan berat hingga keterbatasan sumber air saat melakukan penanganan titik api.

“Relawan ini memang dibutuhkan. Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, dibuka seluas-luasnya siapa yang mau bergabung. Harapan saya ke depan ada partisipasi masyarakat melalui peran RT dan RW untuk menambah relawan,” ujar Arif, Sabtu (19/9/2026) lalu.

Ketua DPD PAN Kota Palangka Raya itu menilai peran RT dan RW dapat diperkuat dalam menjaring warga yang bersedia menjadi relawan. Namun, proses tersebut tetap perlu memperhatikan usia dan kemampuan fisik calon personel.

“Jangan juga yang diambil yang sudah tua. Harusnya cari yang muda-muda juga, yang di bawah 40 tahun. Umur juga harus memengaruhi sebagai satgas dan relawan,” tegasnya.

Arif mengatakan, pemeriksaan kondisi fisik calon relawan penting dilakukan sebelum mereka diterjunkan. Langkah tersebut diperlukan agar relawan benar-benar siap menjalankan tugas serta meminimalkan risiko keselamatan dan kesehatan selama berada di lokasi karhutla.

“Jangan sampai asal hendak jadi satgas atau relawan, tetapi dengan kondisinya malah berdampak negatif untuk dirinya. Ini yang harus dipertimbangkan juga,” ungkapnya.

Selain usia dan kondisi fisik, Arif meminta calon relawan karhutla mendapatkan pembekalan sebelum turun ke lapangan. Pelatihan dasar mengenai penanganan karhutla dinilai penting agar masyarakat memahami prosedur dan cara bertindak ketika menghadapi kebakaran.

Ia berharap BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran dapat memberikan pelatihan dasar kepada relawan sehingga keterlibatan masyarakat dalam penanganan karhutla tetap mengedepankan keselamatan dan kemampuan personel. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *