DPRD Kalimantan Tengah

‎Riska Soroti Karhutla di Jalur Hanau

36
×

‎Riska Soroti Karhutla di Jalur Hanau

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, prihatin atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Hanau, Kabupaten Seruyan. Kebakaran di sekitar akses jalan dan jembatan tersebut sempat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Riska mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terdampak mempercepat penanganan agar kebakaran tidak semakin meluas. “Kami merasa prihatin dengan kejadian ini, apalagi di tengah kondisi Kalimantan Tengah yang mengalami karhutla cukup luar biasa,” kata Riska, Selasa (15/9).

‎

‎Ia menilai penanganan di daerah harus dilakukan secara tanggap, terutama pada titik kebakaran yang berada dekat jalur transportasi dan fasilitas umum. Koordinasi antarpemerintah menjadi penting agar pemadaman tidak hanya dilakukan setelah api membesar.

‎

‎“Kami tetap berupaya mendorong Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten yang terdampak agar penanganan karhutla dilakukan lebih tanggap,” ujarnya.

‎

‎Berdasarkan informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan, karhutla di wilayah Sektor Hanau pada 14 September 2026 sempat menyebabkan akses jalan dan jembatan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut ditangani oleh unsur pemadam dan tim terkait di lapangan.

‎

‎Riska juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam penanganan karhutla di Kalteng, belum lama ini.

‎

‎“Kami juga mengapresiasi peran serta BNPB pusat yang sudah hadir ke Provinsi Kalimantan Tengah bersama Presiden dan Wakil Presiden, termasuk dalam memberikan bantuan untuk penanganan karhutla,” jelasnya, Selasa (15/9).

‎

‎Secara provinsi, penanganan karhutla terus diperkuat melalui operasi darat dan udara. Data Pemprov Kalteng per 14 September mencatat 372 kejadian karhutla telah ditangani dengan total luasan 63,20 hektare.

‎

‎Riska berharap penanganan di kawasan Hanau dan wilayah rawan lainnya terus diperkuat. Selain pemadaman, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan agar karhutla tidak kembali mengganggu akses masyarakat.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *