PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir turut mengganggu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) siswa di Kota Palangka Raya. Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan Pemko tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi.
Fairid bahkan meminta masyarakat tidak beranggapan bahwa pemerintah kota tidak bekerja hanya karena persoalan di lapangan belum sepenuhnya teratasi.
“Jangan beranggapan bahwa kami tidak bekerja. Mungkin masing-masing pihak bekerja sesuai tugasnya, tetapi yang penting koordinasi tetap berjalan,” kata Fairid, Kamis (17/9/26).
Ia mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi sekitar tiga hari terakhir memang berpotensi mengganggu aktivitas siswa yang saat ini menjalani PJJ. Sebab, proses pembelajaran jarak jauh membutuhkan dukungan listrik untuk perangkat yang digunakan siswa maupun jaringan komunikasi.
“Kalau begitu berarti sekitar tiga hari. Nanti kami tanyakan penyebabnya. Karena memang kondisi ini mengganggu siswa yang sedang menjalani PJJ,” ujarnya.
Fairid memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti dengan meminta penjelasan langsung kepada PLN. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab pemadaman, apakah berkaitan dengan gangguan pembangkit maupun persoalan teknis lainnya.
“Besok akan saya tanyakan kepada PLN penyebabnya seperti apa. Apakah ada gangguan di pembangkit atau persoalan lainnya, nanti kita dengarkan penjelasan resmi dari PLN,” jelasnya.
Menurut Fairid, kondisi pemadaman tidak hanya berdampak terhadap aktivitas belajar siswa. Gangguan listrik juga dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat lainnya.
“Semua pasti terganggu. BBM juga pasti terdampak. Tetapi sekali lagi, kami tetap melakukan koordinasi,” katanya.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan di lapangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Masing-masing instansi memiliki kewenangan dan tugas yang berbeda sehingga koordinasi menjadi bagian penting dalam penanganannya.
“Tidak mungkin kalau tidak ada yang dilakukan lalu kondisi bisa mulai terurai. Kami akan bekerja semaksimal mungkin,” tegas Fairid.
Terkait kondisi kelistrikan di daerah lain seperti Kapuas dan Banjarmasin yang disebut tidak mengalami pemadaman bergilir seperti Palangka Raya, Fairid meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
“Jangan ada kesimpulan dulu. Kita dengarkan dulu penjelasan dari PLN kenapa terjadi seperti itu. Jangan berspekulasi sebelum ada penjelasan resmi,” pungkasnya. (ifa/)












