NasionalPeristiwa

129 Masih Hilang, Arus 7 Knot Hambat Penyelaman

56
×

129 Masih Hilang, Arus 7 Knot Hambat Penyelaman

Sebarkan artikel ini
129 Masih Hilang, Arus 7 Knot Hambat Penyelaman.

Tim SAR Perlu Observasi Bangkai Kapal Virgo Transport 8 yang Terus Bergeser

PALANGKA RAYA – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari kelima, Kamis (17/9/2026). Sebanyak 129 orang masih dinyatakan hilang setelah kapal yang mengangkut 243 orang tersebut terbalik di perairan Laut Jawa dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga hari keempat, belum ada tambahan korban yang ditemukan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, tim SAR gabungan masih mengoptimalkan pencarian melalui jalur laut dan udara. Pencarian dilakukan selama 24 jam dengan mengerahkan armada yang tersedia, sementara operasi bawah air terus dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan penyelam.

Pada hari keempat, sejumlah penyelam Kopaska TNI AL sempat diturunkan untuk melakukan pencarian di sekitar bangkai kapal. Namun, operasi tersebut belum dapat dilakukan maksimal karena arus bawah laut cukup kuat. Kecepatan arus di lokasi dilaporkan mencapai sekitar enam knot dan mendekati tujuh knot.

Syafii menjelaskan, kondisi tersebut berada di atas batas keselamatan penyelaman yang ditetapkan sekitar lima knot. Karena itu, penyelam yang telah diturunkan segera ditarik kembali.

Kondisi laut menjadi salah satu faktor yang membuat pencarian di bawah permukaan belum dapat dilakukan secara optimal.

Selain arus, posisi bangkai kapal juga menjadi tantangan tersendiri. Bangkai KM Virgo Transport 8 yang berada di kedalaman sekitar 30 meter terus bergeser dari koordinat awal kecelakaan.

Perubahan posisi tersebut membuat tim penyelam harus melakukan observasi ulang sebelum menentukan titik dan pola pencarian.

Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan, pergeseran bangkai kapal sekitar 450 meter tersebut akan memengaruhi perencanaan operasi bawah air.

Tim harus memastikan kondisi dan posisi bangkai sebelum penyelam kembali diturunkan. “Situasi itu pasti akan mengubah dari perencanaan yang akan dilaksanakan penyelam,” tutur Galih.

Di tengah kendala tersebut, pencarian korban tetap diperluas. Tim SAR tidak hanya mengandalkan penyelaman, tetapi juga melakukan penyisiran permukaan laut dan pencarian dari udara.

Opsi penanganan bangkai kapal juga disiapkan untuk membuka kemungkinan pencarian terhadap korban yang diduga masih berada di dalam kapal.

Dari total 243 orang dalam manifes, sejauh ini 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, 129 orang lainnya masih dalam pencarian. Angka tersebut menjadi fokus utama operasi SAR yang terus berlangsung hingga hari kelima.

Sementara itu, sorotan terhadap kondisi kapal juga mulai masuk dalam proses evaluasi pemerintah. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan Kementerian Perhubungan akan menyelidiki proses masuknya KMP Virgo Transport 8 ke Indonesia yang disebut berusia sekitar 38 tahun saat didatangkan.

Namun, usia kapal belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan sebelum pemeriksaan teknis dan investigasi resmi selesai.

“Kami sudah berdiskusi dengan Komisi V, dan kami akan melakukan kebijakan-kebijakan untuk memitigasi supaya kejadian-kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Suntana.

Kemenhub menegaskan penyebab kecelakaan masih harus ditentukan melalui investigasi, termasuk oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Karena itu, di tengah pencarian 129 korban yang belum ditemukan, aspek keselamatan, kondisi teknis kapal, proses operasional, hingga faktor cuaca tetap menjadi bagian yang perlu diperiksa secara menyeluruh. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *