DPRD Palangka Raya

Dewan Desak Usut Penyebab Karhutla

42
×

Dewan Desak Usut Penyebab Karhutla

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya Sigit Widodo.

PALANGKA RAYA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus dilakukan, namun penyebab munculnya titik api juga perlu menjadi perhatian. 

DPRD Kota Palangka Raya minta aparat tidak mengesampingkan dugaan adanya pembakaran sengaja dalam penyelidikan karhutla.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Sigit Widodo mengatakan, dugaan adanya oknum yang sengaja membakar lahan untuk membuka lahan perlu ditelusuri secara serius oleh aparat berwenang.

Menurut dia, penyebab kebakaran tidak boleh langsung disimpulkan hanya berdasarkan kondisi cuaca. Terlebih suhu udara di Palangka Raya yang pada siang hari berada di kisaran 35 derajat Celsius dinilai belum cukup menjadi dasar untuk memastikan material tertentu dapat terbakar dengan sendirinya.

“Kami tidak berada pada ranah untuk memastikan penyebab kebakaran. Tetapi kalau ada indikasi, tentu harus menjadi bahan penyelidikan agar penyebab sebenarnya bisa diketahui,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Sigit menegaskan, aparat perlu periksa menyeluruh setiap kejadian karhutla. Kemungkinan adanya unsur kesengajaan, menurutnya, tidak boleh diabaikan.

Hal itu penting untuk memastikan berbagai upaya pemerintah dalam menangani karhutla tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan pribadi. “Jangan sampai apa yang sudah kita lakukan sudah luar biasa besar untuk masyarakat, tapi ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi,” tegasnya.

Ia menilai apabila ditemukan adanya pihak yang sengaja membakar lahan untuk membuka area, harus diproses hukum. Karena dampaknya sangat merugikan masyarakat.

Kebakaran tidak hanya menghanguskan lahan, tetapi juga menghasilkan asap yang dapat menyebar luas dan mengganggu kualitas udara.

“Jangan sampai ada yang memperkeruh keadaan dengan melakukan pembakaran supaya lahannya bisa terbuka. Ini sangat melukai seluruh hati masyarakat. Asapnya luar biasa dampaknya,” katanya.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan warga, Sigit mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak.

Masyarakat juga diingatkan menggunakan masker yang sesuai standar, seperti KN95, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan makanan bergizi, serta mengonsumsi vitamin untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

“Jadi kita hanya bisa melakukan preventif dengan menjaga diri kita masing-masing,” ujarnya.

Sigit menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah dan petugas di lapangan terus melakukan pemadaman, sementara masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Sinergi tersebut diperlukan tidak hanya untuk mempercepat pemadaman, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru dan menekan dampak kabut asap yang terus dirasakan masyarakat Palangka Raya,” tandasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *