Palangka RayaPeristiwa

Karhutla Dekati Panti, 47 Pasien ODGJ Dievakuasi

209
×

Karhutla Dekati Panti, 47 Pasien ODGJ Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Karhutla Dekati Panti, 47 Pasien ODGJ Dievakuasi. Ilustrasi AI

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Lingkar Luar Palangka Raya, Selasa (8/9/26) malam, nyaris mengancam Panti Rehabilitasi ODGJ Borneo di Jalan Sinar Kahayan. Api bahkan dilaporkan hanya berjarak sekitar 10 meter dari lokasi panti.

Kondisi semakin membahayakan setelah angin mengarah ke panti dan membawa asap pekat hingga masuk ke ruangan serta kamar pasien. Sejumlah penghuni mengalami sesak napas akibat paparan asap.

Pembina Yayasan Kasih Karunia Borneo, Pdt Eden Rambing, mengatakan situasi terparah terjadi saat sore menjelang malam. Angin yang bertiup ke arah panti membuat api dengan cepat mendekati bangunan.

“Api itu cepat sampai dekat panti, sekitar 10 meteran dari panti. Asapnya sangat tebal, sampai masuk ke ruangan-ruangan dan kamar,” kata Eden.

Melihat kondisi tersebut, pihak yayasan bersama pemerintah melakukan evakuasi terhadap 47 pasien dari panti rehabilitasi ODGJ dan panti jompo.

Seluruh pasien untuk sementara dipindahkan ke Panti Asuhan Kasih Karunia di Jalan Tjilik Riwut Km 3,5.

Eden menyebut beberapa pasien sudah mengalami sesak napas. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena sebagian penghuni merupakan kelompok usia rentan, termasuk warga lanjut usia berusia 60 hingga 70 tahun.

“Sudah ada yang sesak napas, apalagi ada juga yang usia rentan. Ada juga yang jompo yang memang sudah usia 60-70 tahun,” ujarnya.

Ia mengatakan kebutuhan saat ini tidak hanya tempat yang aman, tetapi juga oksigen dan obat-obatan bagi para pasien.

Pihak yayasan berharap pemerintah maupun masyarakat dapat memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai kondisi di panti.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, serta ambulans. Dua mobil dari Dinas Perhubungan dikerahkan untuk membantu memindahkan para penghuni panti.

“Begitu saya dapat laporan, dari kepala puskesmas langsung melakukan pembantuan oksigen. Kemudian dirawat, aman,” kata Riduan.

Ia menjelaskan, salah satu penghuni sempat mengalami sesak napas akibat asap. Setelah diberikan oksigen, kondisinya membaik.

“Dia bukan pasien (yang dirawat). Saat itu dia sesak karena asap. Habis itu dipasangkan oksigen, kemudian bagus. Setelah itu kita angkut semua karena asap tebal,” jelasnya.

Riduan menegaskan evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar para penghuni tidak terus terpapar asap maupun terancam oleh perkembangan api.

Untuk sementara, seluruh penghuni dititipkan di Panti Asuhan Kasih Karunia hingga kondisi asap di sekitar panti rehabilitasi kembali stabil.

“Dititip, dibuat sementara sampai asap agak stabil di sana. Nanti kita kembalikan lagi ke sana,” ujarnya.

Namun, Riduan mengingatkan kebutuhan obat pasien tetap menjadi perhatian karena sebagian pasien memiliki obat rutin yang harus dikonsumsi berdasarkan resep dari rumah sakit.

“Karena mereka itu wajib minum obat. Obat yang diminum dari rumah sakit,” tegasnya.

Respons cepat tersebut dilakukan setelah kondisi di sekitar panti dinilai tidak lagi aman akibat kepungan asap dan kedekatan titik api. Kolaborasi Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan menjadi bagian dari upaya penyelamatan puluhan penghuni panti dari dampak langsung karhutla. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *