DPRD Kalimantan Tengah

‎Terdampak Karhutla, Pemda Diminta Lindungi Petani

36
×

‎Terdampak Karhutla, Pemda Diminta Lindungi Petani

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik FOTO: BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎ PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah daerah memberikan perlindungan terhadap petani di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

‎Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik mengatakan perlindungan terhadap sektor pertanian perlu menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Karena persoalan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga menyentuh keberlangsungan ekonomi warga yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

‎“Penanganan karhutla jangan hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan masyarakat,” ujarnya, Minggu (6/9).

‎Ia menilai pemerintah perlu meningkatkan pemantauan pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Kesiapan personel dan peralatan pemadam juga harus dibarengi sistem pemantauan lahan serta penyampaian informasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

‎Menurut Sutik, deteksi dini menjadi bagian penting agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas. Sebab, kebakaran yang terjadi di sekitar lahan pertanian berpotensi menghambat kegiatan masyarakat.

‎“Jangan sampai karhutla mengganggu aktivitas ekonomi petani. Jadi langkah pencegahan harus benar-benar diperkuat di kawasan yang menjadi sumber penghidupan petani,” tegasnya.

‎Selain pengawasan, edukasi mengenai pengelolaan lahan yang aman juga perlu diperluas. Petani harus mendapat pilihan metode pengolahan lahan yang tidak memicu kebakaran, namun tetap dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

‎

‎Sutik juga mengingatkan agar program pertanian tetap berjalan meski daerah menghadapi kemarau dan ancaman karhutla. Sinergi pemerintah daerah, aparat, dunia usaha dan masyarakat perlu diperkuat, sehingga perlindungan lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga produktivitas serta pendapatan petani.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *