Kotawaringin Timur

10 Mobil Tangki Akan Dikerahkan ke Titik Rawan

46
×

10 Mobil Tangki Akan Dikerahkan ke Titik Rawan

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Bupati Kotim Halikinnor didampingi Wakil Bupati Irawati saat diwawancarai awak media, beberapa waktu lalu. APRI/RADAR KALTENG

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi ancaman serius. Hingga awal September 2026, ratusan kejadian telah tercatat dengan ribuan hektare lahan terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, Kotim bakal mendapat tambahan 10 mobil tangki untuk memperkuat operasi pemadaman sekaligus mengatasi persoalan keterbatasan pasokan air yang selama ini menjadi salah satu kendala petugas di lapangan.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, informasi mengenai bantuan tersebut diterima dari Dandim 1015/Sampit. Bantuan ini diharapkan segera memperkuat armada penanganan karhutla yang saat ini bekerja di berbagai titik. “Alhamdulillah kita menerima informasi dari pak dandim, bahwa kita mendapatkan bantuan 10 mobil tangki pemadam kebakaran,” kata Halikinnor, Rabu (2/9/2026) lalu.

Dari 10 unit tersebut, tujuh mobil tangki akan ditempatkan di Posko Penanggulangan Karhutla. Sementara tiga lainnya disebar ke kecamatan yang membutuhkan tambahan armada. Tiga wilayah sasaran penempatan armada tambahan tersebut yakni Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara dan Kota Besi. “Dari 10 mobil itu, 7 kita tempatkan di posko penanggulangan karhutla, dan 3 kita serahkan ke kecamatan yang membutuhkan penanganan pemadaman,” ujarnya.

Menurut Halikinnor, penempatan mobil tangki langsung di tingkat kecamatan diperlukan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat. Ketiga kecamatan tersebut memiliki sejumlah kawasan permukiman padat serta wilayah dengan akses yang dinilai rawan terjadi kebakaran. “Nanti dikoordinir oleh camat, kapolsek, dan danramil di masing-masing kecamatan,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, sejak Januari hingga 25 Agustus 2026 tercatat 493 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar 1.491 hektare.

Sementara jumlah titik panas atau hotspot periode yang sama 8.727 titik. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menjadi wilayah dengan akumulasi hotspot tertinggi, yakni 2.313 titik. Angka tersebut menunjukkan ancaman karhutla masih membutuhkan penanganan serius dan dukungan sumber daya memadai. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *