DPRD Kalimantan Tengah

‎MPA di Pulang Pisau Keterbatasan Alat

43
×

‎MPA di Pulang Pisau Keterbatasan Alat

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota DPRD Kalteng Dapil V, Tomy Irawan Diran FOTO: BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala masyarakat peduli api (MPA) dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau.

‎Anggota DPRD Kalteng Dapil V meliputi Kapuas dan Pulang Pisau, Tomy Irawan Diran mengatakan persoalan tersebut turut disampaikan masyarakat saat dirinya melakukan kunjungan di sejumlah titik di Pulang Pisau.

Menurutnya, MPA memiliki peran penting dalam penanganan awal ketika muncul titik api di lingkungan masyarakat. “Kemarin memang di Pulang Pisau belum begitu banyak titik api, tetapi ada beberapa hal, salah satu contoh MPA keterbatasan alat, bahkan tidak ada bantuan yang sampai di MPA,” katanya, Selasa (1/9).

‎Keterbatasan peralatan membuat upaya penanganan kebakaran di tingkat desa belum berjalan maksimal. Padahal, MPA biasanya menjadi salah satu unsur yang berada paling dekat dengan lokasi ketika terjadi kebakaran, sehingga kecepatan penanganan sangat menentukan agar api tidak meluas.

‎Tomy menyebut kebutuhan peralatan dasar seperti pompa dan selang masih menjadi persoalan. Bantuan memang sudah diterima salah satu desa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun distribusinya belum menjangkau seluruh kelompok MPA yang membutuhkan.

‎“Ya, termasuk pompa, selang. Kebetulan kemarin di desa itu sudah dapat memang dari DLH, tapi tidak semua MPA itu dapat,” ujarnya.

‎Menurut Tomy, pemerataan bantuan perlu menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai kelompok yang sudah dibentuk untuk membantu pencegahan dan penanganan karhutla justru bekerja dengan peralatan terbatas ketika kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat.

‎

‎“Memang ada beberapa hal yang disampaikan oleh masyarakat. Yang pokok itu soal MPA yang keterbatasan alat,” tegasnya.

‎DPRD Kalteng mendorong pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan MPA hingga tingkat desa serta memastikan bantuan peralatan disalurkan berdasarkan kondisi dan potensi kerawanan wilayah. Penguatan sarana tersebut dinilai penting sebagai langkah pencegahan sekaligus mempercepat penanganan apabila kebakaran kembali terjadi.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *