DPRD Palangka Raya

Ketua Dewan Larang Warga Bakar Sampah

35
×

Ketua Dewan Larang Warga Bakar Sampah

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Palangka Raya Subandi.

PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini semakin mengkhawatirkan setelah titik api di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya mulai mendekati kawasan permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Subandi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan menghentikan sementara aktivitas bakar sampah. Terutama di sekitar pekarangan rumah.

“Untuk sementara ini saya mengingatkan warga jangan membakar sampah di sekitar pekarangan rumah. Kondisi sekarang sangat rawan, api bisa dengan cepat menjalar,” kata Subandi, Minggu (6/9/2026).

Menurut dia, kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Karena itu, aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api perlu dihindari, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan lahan kosong dan semak belukar.

Subandi juga mengimbau warga melakukan pembasahan di sekitar rumah. Langkah tersebut dinilai penting bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan dengan lahan kosong, semak belukar maupun kawasan hutan. “Kalau rumah berdekatan dengan lahan kosong atau hutan, lakukan pembasahan di sekitar rumah. Ini penting supaya kalau ada api tidak mudah menjalar sampai ke rumah,” ujarnya.

Ia menilai pembasahan lahan di sekitar permukiman dapat menjadi langkah antisipasi sederhana untuk memperlambat pergerakan api. Area yang kering dan dipenuhi semak, kata dia, perlu mendapat perhatian lebih karena mudah terbakar.

Selain pencegahan, Subandi meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Pelaporan sedini mungkin dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas dan semakin mendekati permukiman.

Subandi menegaskan penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan, terutama dalam mencegah munculnya sumber api baru. “Dalam kondisi rawan seperti sekarang, kehati-hatian dan kepedulian masyarakat sangat penting untuk mencegah api meluas dan melindungi permukiman,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *