Kalimantan Tengah

Pasis Sesko TNI Penyuluhan Karhutla di Hanjak Maju

52
×

Pasis Sesko TNI Penyuluhan Karhutla di Hanjak Maju

Sebarkan artikel ini
PENYULUHAN : Tim Penyuluh Pasis Dikreg Sesko TNI LVI Tahun 2026 melaksanakan penyuluhan bahaya karhutla kepada warga di Desa Hanjak Maju, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (2/9/2026). FOTO PENDAM XXII/TB UNTUK RADAR KALTENG

PULANG PISAU — Untuk mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah personel TNI yang tergabung dalam Pasis Dikreg Sesko TNI LVI Tahun 2026 melaksanakan penyuluhan kepada warga Desa Hanjak Maju, Kelurahan Pulang Pisau, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan itu dipimpin Kolonel Arh Sutrisno SSos selaku Pasis Dikreg Sesko TNI. Kegiatan itu juga dihadiri Kolonel Pnb Sunar Adi, Kolonel Laut (S) Hendri Susilo, Kolonel Czi Mangatas Sibuea, Kolonel Lek Tommy Aryanto, dan Kolonel Pas Y Made Suarsono.

Penyuluhan menyasar tiga titik penting di Desa Hanjak Maju. Sasaran pertama adalah Kantor Desa Hanjak Maju yang berada di Kelurahan Pulang Pisau, Kabupaten Pulang Pisau. Di sini, para perwira menengah TNI itu memberikan pemahaman terkait regulasi pencegahan karhutla, sanksi hukum pembakaran lahan, serta peran aktif pemerintah desa deteksi dini dan pelaporan cepat jika ditemukan titik api.

Sasaran kedua adalah Posyandu Desa Hanjak Maju yang juga berlokasi di Kelurahan Pulang Pisau. Materi difokuskan pada kader posyandu dan ibu-ibu mengenai dampak asap karhutla terhadap kesehatan. Terutama pada anak dan lanjut usia. Warga diberikan edukasi tentang pentingnya pakai masker, menjaga kebersihan lingkungan, dan langkah pertolongan pertama saat terjadi kabut asap.

Terakhir, tim menyambangi Posko Mandiri Masyarakat Desa Hanjak Maju di Kelurahan Pulang Pisau. Di posko ini dilakukan dialog dengan para relawan terkait penguatan sistem pemantauan mandiri, kesiapan peralatan pemadaman sederhana, dan penguatan jalur koordinasi dengan aparat.

Kolonel Arh Sutrisno menyampaikan, pencegahan karhutla membutuhkan kolaborasi TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat. “Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama kita jaga hutan dan lahan agar tetap lestari,” tegasnya. (ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *