Barito Timur

Sungai Raren Jadi Arena Festival Nange Raren

40
×

Sungai Raren Jadi Arena Festival Nange Raren

Sebarkan artikel ini
LOMBA : Para peserta saat mengikuti lomba tradisional dalam Festival Nange Raren di Sungai Raren, Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

TAMIANG LAYANG –Sungai Raren di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, berubah menjadi panggung budaya yang meriah, beberapa waktu lalu. Hal itu terjadi ketika Sekretaris Daerah Barito Timur Misnohartaku secara resmi membuka Festival Nange Raren yang menghadirkan permainan rakyat dan olahraga tradisional di sekitar sungai tersebut.

Sekda Bartim Misnohartaku mengapresiasi panitia, Pemerintah Desa Bambulung, Pemerintah Kecamatan Pematang Karau, serta seluruh masyarakat yang telah berinovasi menghadirkan panggung kebudayaan yang unik dan memukau.

Menurut dia, Sungai Raren tidak sekadar bentangan alam yang mengaliri Desa Bambulung. Sungai tersebut telah menjadi urat nadi kehidupan, sumber penghidupan, sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan peradaban masyarakat setempat. “Aliran Sungai Raren disulap menjadi panggung megah tempat melestarikan warisan leluhur,” kata sekda.

Event itu merupakan permainan rakyat hingga olahraga tradisional yang digelar di atas Sungai Raren. Lebih dari sekadar hiburan dan perlombaan, Festival Nange Raren menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat.

Kegiatan tersebut juga membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat diajak untuk menjadikan festival sebagai momentum terus menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem Sungai Raren.

Di tengah kemeriahan festival yang berlangsung di Sungai Raren, Misnohartaku memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan. Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di sekitar Sungai Raren harus mengutamakan keamanan peserta maupun masyarakat. “Kemeriahan acara harus berjalan beriringan dengan rasa aman,” tegasnya.

Kepada para peserta, sekda mengingatkan agar seluruh panduan teknis dan arahan keselamatan dari panitia dipatuhi. Peserta diminta menggunakan perlengkapan keselamatan perairan, seperti jaket pelampung atau life vest, sesuai standar perlombaan serta memastikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum mengikuti pertandingan.

Bagi masyarakat dan penonton, ia mengimbau agar tetap berada di area yang telah ditentukan dan aman di sepanjang tepian sungai. Penonton diminta tidak berdesak-desakan di pinggir sungai, jembatan maupun rakit sementara yang memiliki batas kapasitas beban.

“Semoga Sungai Raren terus mengalirkan keberkahan, semangat kebersamaan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Bambulung dan Kabupaten Barito Timur,” harapnya. (cak/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *