DPRD Gunung Mas

Kabut Asap di Gumas Semakin Pekat

47
×

Kabut Asap di Gumas Semakin Pekat

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Anggota DPRD Gunung Mas Elvie Esie saat diwawancarai wartawan di gedung dewan setempat, Rabu (26/8/2026) lalu. SEPANYA/RADAR KALTENG

Dewan Minta Warga Setop Bakar Lahan Sembarangan

KUALA KURUN – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran hutan, lahan maupun pekarangan rumah. Terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut. Karena membakar sembarangan dapat menimbulkan kabut asap yang merusak kualitas udara. Karena kabut asap di wilayah Gumas saat ini semakin pekat.

Imbauan itu disampaikan anggota DPRD Gumas Elvie Esie menyusul kondisi kabut asap yang mulai menebal di sejumlah wilayah akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Elvie minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu meluasnya api. Menurut dia, kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau masyarakat agar jangan membakar hutan maupun pekarangan secara sembarangan. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang. Kabut asap sudah mulai tebal,” ujar Elvie, Rabu (26/8/2026) lalu.

Ia menegaskan, dampak karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta menghambat aktivitas sehari-hari. Karena itu, Elvie mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Gunung Mas bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api. “Jangan sampai karena kelalaian kita, kebakaran semakin meluas dan akhirnya merugikan banyak orang,” tegasnya.

Menurut Elvie, pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah bencana kabut asap semakin parah. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *