Palangka Raya

Puskesmas Kereng Bangkirai Disorot, Wali Kota Buka Opsi Bangun Fasilitas Baru

69
×

Puskesmas Kereng Bangkirai Disorot, Wali Kota Buka Opsi Bangun Fasilitas Baru

Sebarkan artikel ini
SIDAK : Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin (kiri) berbincang bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan (kanan) saat sidak di Puskesmas Kereng Bangkirai, Selasa (25/8/26) malam. FOTO : IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kondisi Puskesmas Kereng Bangkirai menjadi sorotan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat melakukan inspeksi mendadak pada pelayanan kesehatan malam hari.

Fairid menilai fasilitas puskesmas tersebut masih perlu dibenahi. Sorotan terutama menyangkut pencahayaan dan kelengkapan informasi pelayanan yang dinilai belum optimal.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Puskesmas Kereng Bangkirai merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan 24 jam, terutama dalam menghadapi kebutuhan masyarakat di tengah kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fairid bahkan membuka kemungkinan penataan secara menyeluruh, termasuk opsi memindahkan lokasi puskesmas atau membangun fasilitas baru.

“Memang harus kita pikirkan langkah ke depan atau jangka panjang, apakah pemindahan ataupun membuat yang baru. Masyarakat di Kereng Bangkirai sudah cukup banyak dan kondisi existing puskesmas juga harus kita tingkatkan lebih baik lagi,” ujar Fairid, Selasa (25/8/26) malam.

Menurutnya, perkembangan jumlah penduduk di Kereng Bangkirai harus diimbangi dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

Puskesmas tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan, tetapi harus mampu memberikan layanan yang layak dan responsif sesuai kebutuhan masyarakat.

Sorotan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kondisi fasilitas Puskesmas Kereng Bangkirai membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah.

Apalagi, Puskesmas Kereng Bangkirai termasuk dalam empat puskesmas di Palangka Raya yang memberikan pelayanan selama 24 jam.

Fasilitas ini juga disiapkan untuk mendukung penanganan masyarakat yang membutuhkan oksigen akibat dampak karhutla.

Bagi Fairid, pembenahan bukan semata persoalan kenyamanan. Kualitas fasilitas kesehatan berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah memastikan masyarakat memperoleh pertolongan ketika membutuhkan.

Karena itu, opsi pemindahan maupun pembangunan fasilitas baru kini terbuka untuk dikaji sebagai langkah jangka panjang. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *