Palangka Raya

ISPA Palangka Raya Tertinggi se-Kalteng, Wali Kota: Jangan Langsung Salahkan Kabut Asap

41
×

ISPA Palangka Raya Tertinggi se-Kalteng, Wali Kota: Jangan Langsung Salahkan Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA : Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin diwawancarai awak media usai sidak ke 3 Puskesmas yang memberikan pelayanan 24 jam kasus ISPA, Selasa (25/8/26). FOTO : IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA : Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palangka Raya menembus 16.166 kasus sepanjang Januari hingga pekan ketiga Agustus 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Namun, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta angka tersebut tidak langsung ditarik sebagai bukti bahwa belasan ribu warga terserang ISPA berat akibat kabut asap.

Menurut Fairid, angka 16.166 merupakan akumulasi seluruh kasus ISPA yang diperiksa dan dicatat fasilitas kesehatan. Artinya, data tersebut tidak secara otomatis menggambarkan tingkat keparahan maupun penyebab setiap kasus.

“Kalau secara data, apa pun kita input. Jadi bukan berarti tinggi lalu semua itu terpapar. Yang paling penting bagaimana kita melakukan pelayanan dan penanganannya,” tegas Fairid, Selasa (25/8/26).

Ia menjelaskan, kondisi pasien yang datang ke fasilitas kesehatan beragam. Ada pasien yang memiliki penyakit penyerta seperti asma akut, sementara pasien tanpa penyakit bawaan umumnya mengalami ISPA dengan kondisi lebih ringan.

Di tengah tingginya angka kasus tersebut, Fairid menyebut hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat ISPA di Kota Palangka Raya.

Ia pun mengingatkan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti asma, agar tidak menunggu kondisi memburuk sebelum memeriksakan diri.

“Yang paling penting bagaimana kita melakukan pelayanan dan penanganannya,” ujarnya.

Bagi Pemko Palangka Raya, angka 16.166 kasus menjadi alarm untuk memperkuat pelayanan, bukan sekadar angka yang diperdebatkan.

Pemerintah dituntut memastikan setiap warga yang mengalami gangguan pernapasan mendapatkan penanganan cepat, terutama ketika kondisi udara memburuk akibat kabut asap. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *