Gunung Mas

APBD Perubahan Gumas 2026 Naik Rp22,32 Miliar

34
×

APBD Perubahan Gumas 2026 Naik Rp22,32 Miliar

Sebarkan artikel ini
MENYERAHKAN : Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing menyerahkan Rancangan APBD Perubahan 2026 ke Ketua DPRD Gumas Binartha didampingi Wakil Ketua Nomi Aprilia dan Espriadi di gedung dewan setempat, Senin (24/8/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

KUALA KURUN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunung Mas 2026 kembali dipoles. Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah bertambah Rp 22,32 miliar. Namun kenaikan itu belum cukup membuat neraca anggaran bertahan karena belanja tetap lebih besar.

Pidato Pengantar Nota Keuangan tentang Rancangan Perubahan APBD Gumas 2026 tersebut disampaikan Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing dalam Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 di ruang rapat paripurna DPRD setempat, Senin (24/8/2026). “Dalam rancangan perubahan ini, pendapatan daerah ditargetkan Rp1.108.198.124.777,79. Sementara belanja daerah diproyeksikan Rp1.135.666.918.096,94,” kata Efrensia.

Artinya, menurut wabup, Gumas masih menghadapi defisit anggaran Rp27.468.793.319,15. Jika dibandingkan APBD murni, target pendapatan semula Rp1.085.875.899.375. Setelah perubahan, naik menjadi Rp1.108.198.124.777,79 atau bertambah Rp22.322.225.402,79, setara kenaikan 2,05 persen.

“Kenaikan pendapatan ini bukan berarti semua sumber pemasukan daerah tiba-tiba melonjak. Sebagian merupakan hasil penyesuaian transfer dan penerimaan lain yang sah sesuai kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Untuk PAD, katanya, pemerintah daerah menyebut tidak ada perubahan terhadap pagu anggaran. Penyesuaian dilakukan tanpa mengubah target PAD yang telah ditetapkan sebelumnya. Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian.

Salah satunya berkaitan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 000.6.9-765 Tahun 2026 tentang penetapan pemerintah daerah berprestasi dan penerima bantuan pemerintah dalam rangka pemberian penghargaan bagi pemerintah daerah berprestasi tahun 2026.

“Kabar baiknya, Gunung Mas mendapat penghargaan sebagai daerah dengan kategori Pengendalian Inflasi Daerah Terbaik II tingkat kabupaten. Prestasi tersebut membawa tambahan anggaran sebesar Rp2 miliar,” terangnya. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *