PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp70 miliar dapat digunakan secara optimal untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota DPRD Kalteng, Asdy Narang menegaskan kesiapan anggaran dinilai penting agar penanganan di lapangan tidak terkendala ketika kondisi karhutla meningkat.
Asdy Narang mengatakan anggaran yang telah disiapkan harus benar-benar siap digunakan sesuai kebutuhan. Menurutnya, jangan sampai proses pencairan maupun penggunaan anggaran justru memperlambat langkah pemerintah dalam menangani karhutla.
“Jangan sampai Rp70 miliar itu tersendat-sendat. Kan repot juga nanti di lapangan. Itu yang perlu kita awasi,” ujarnya, Kamis (20/8).
Menurutnya, memasuki musim kemarau, pemerintah harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap munculnya titik api di sejumlah wilayah. Penanganan tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika kebakaran sudah meluas, tetapi juga membutuhkan dukungan anggaran yang dapat bergerak cepat untuk kebutuhan di lapangan.
Asdy menegaskan, BTT harus diprioritaskan untuk kondisi yang memang membutuhkan penanganan segera, terutama apabila karhutla mulai berdampak terhadap masyarakat. “Makanya harus benar-benar dikeluarkan. Kalau memang untuk penanganan karhutla, anggaran itu jangan sampai tidak ada,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas warga dan pelayanan publik, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
”Dampak karhutla tentu akan merugikan semua pihak mulai dari aktivitas warga hingga anak sekolah, jadi perlu dilakukan sejak awal agar dampak karhutla tidak semakin meluas,” kata Asdy.
Asdy berharap pemerintah daerah tetap fokus menjaga kesiapan anggaran selama musim kemarau berlangsung. DPRD Kalteng juga akan terus melakukan pengawasan agar BTT digunakan sesuai peruntukan dan dapat segera dimanfaatkan ketika diperlukan, sehingga penanganan karhutla tidak terkendala persoalan anggaran.(sep/*)












