Palangka Raya

Mengkhawatirkan, 265 Kali Karhutla Tercatat

52
×

Mengkhawatirkan, 265 Kali Karhutla Tercatat

Sebarkan artikel ini
Plt Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, memberikan keterangan di lokasi kebakaran hutan di Petuk Katimpun, Selasa (18/8/2026). RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

Hingga Tanggal 17 Agustus 241,65 Hektare Lahan Gosong di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Karhutla di Kota Palangka Raya kian mengkhawatirkan setiap harinya. Di tengah kemarau panjang, ratusan titik bermunculan hingga menguras tenaga petugas pemadam kebakatan.

Sejak ditetapkannya Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 17 Agustus, BPBD Kota Palangka Raya mencatat 265 kejadian dengan total lahan terbakar mencapai 241,65 hektare.

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 172 kasus.

Disusul Kecamatan Sebangau sebanyak 64 kejadian, Pahandut 21 kejadian, dan Bukit Batu delapan kejadian.

“Totalnya ada 265 kejadian dengan luasan mencapai 241,65 hektare,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi di lokasi, Selasa (18/8/2026).

Api baru yang terus bermunculan ketika petugas masih berjibaku menangani kebakaran sebelumnya, membuat situasi semakin berat.

Bahkan dalam sehari, Senin (17/8/2026), BPBD menerima dan menangani 21 kejadian, baik kebakaran lanjutan maupun titik api baru berdasarkan laporan masyarakat.

Kondisi ini tentu membuat personel dan peralatan terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Ancaman juga merambah kawasan perbukitan. BPBD menerima laporan kebakaran di kawasan Bukit Tangkiling dan Bukit Batu Benama, Kecamatan Bukit Batu.

Medan dan vegetasi di kawasan perbukitan menjadi tantangan dalam proses pemadaman, sehingga penanganan harus dilakukan secara cermat agar api tidak meluas.

Budi juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang semakin rawan.

Tingginya kemunculan titik api, membuat penanganan Karhutla semakin berat dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Jangan melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *