Kotawaringin Timur

Kotim Merayakan HUT RI di Tengah Karhutla

52
×

Kotim Merayakan HUT RI di Tengah Karhutla

Sebarkan artikel ini
PIDATO : Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan pidato pada silaturahmi kebangsaan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sampit, Senin (17/8/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Halikinnor Ajak Warga Hidupkan Semangat Habaring Hurung

SAMPIT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini berlangsung di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Kotim Halikinnor. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat semangat gotong royong dalam menghadapi karhutla.

Halikinnor menilai, semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari nilai Habaring Hurung harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya dengan bersama-sama mencegah dan menangani kebakaran lahan.

“Karena memang dengan Hari Kemerdekaan, apalagi saat ini kita karhutla, mari kita sama-sama dengan momentum kemerdekaan ini kita bergotong royong sesuai dengan motto kita Habaring Hurung, untuk sama-sama memadamkan api, sehingga daerah kita tetap kondusif, tetap aman,” ujar Halikinnor, Senin (17/8/2026).

Menurut dia, penanganan karhutla tidak mungkin sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Upaya pencegahan hingga pemadaman membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, tokoh masyarakat, relawan, serta generasi muda. “Karhutla bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia mengingatkan, karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan. Jika tidak segera dikendalikan, dampaknya dapat meluas terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, lingkungan, hingga aktivitas perekonomian.

Karena itu, Halikinnor meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terlebih kondisi kemarau membuat lahan menjadi lebih mudah terbakar. Ia juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api. “Mencegah lebih baik daripada memadamkan,” ujarnya.

Halikinnor berharap semangat kemerdekaan tahun ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan kerja sama seluruh pihak, ia optimistis karhutla dapat dikendalikan sehingga situasi Kotim tetap aman dan kondusif. “Menjaga alam berarti menjaga kesehatan, menjaga ekonomi dan menjaga masa depan generasi kita,” pungkasnya. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *