PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, turun langsung meninjau kondisi warga korban terdampak kebakaran di kawasan Mendawai I.
Di tengah duka akibat musibah tersebut, Fairid menyampaikan belasungkawa kepada Krismon (28), ayah dari balita yang tewas setelah terkepung kobaran api.
Kedatangan Fairid tak sekadar meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan. Ia juga menemui serta menyerap langsung aspirasi para korban untuk mengetahui kebutuhan mereka setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
Di hadapan Krismon dan keluarga, Fairid menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya sang balita. Ia memastikan pemerintah kota akan memberikan perhatian terhadap keluarga korban maupun warga lain yang terdampak.
Selain kehilangan anggota keluarga, para korban kini dihadapkan pada persoalan lain yang tak kalah berat, yakni kehilangan berbagai dokumen penting dalam kebakaran.
Sejumlah warga melaporkan ijazah, PPKB, sertifikat tanah, hingga dokumen administrasi lainnya ikut terbakar.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Fairid saat berdialog dengan warga. Ia memastikan Pemko Palangka Raya akan membuka akses pelayanan administrasi melalui kelurahan agar korban tidak dipersulit ketika mengurus dokumen yang hilang.
“Jadi masyarakat cukup mengurusnya di kelurahan. Selanjutnya pihak kelurahan yang akan berkoordinasi dengan dinas atau instansi terkait,” kata Fairid.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin korban harus berpindah-pindah kantor untuk mengurus dokumen pascakebakaran. Kelurahan akan menjadi pintu masuk pelayanan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Dalam dialog dengan korban, persoalan tempat tinggal juga menjadi perhatian. Fairid mengatakan pemerintah akan melihat tingkat kerusakan masing-masing rumah, mulai dari rusak ringan, sedang hingga rusak berat.
Untuk rumah yang ludes terbakar, Pemko Palangka Raya akan berupaya memasukkannya dalam program pemerintah kota, salah satunya program bedah rumah.
“Kami akan mencoba memasukkannya ke dalam program pemerintah kota, salah satunya program bedah rumah,” ujarnya, Kamis (13/8/26) malam.
Namun, Fairid menegaskan realisasi bantuan tersebut tetap harus melalui proses pendataan, pemenuhan persyaratan, serta menyesuaikan regulasi yang berlaku.
Sementara bantuan yang telah diberikan pemerintah saat ini berupa sembako dan tali asih. Bagi warga yang tinggal di barak, pemerintah juga akan melihat kondisi mereka dan melakukan koordinasi lebih lanjut.
Fairid menegaskan kehadirannya di Mendawai I merupakan bagian dari upaya memastikan korban tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan solusi atas persoalan yang muncul setelah kebakaran.
“Pelayanan itu bukan hanya kesehatan atau bantuan sosial, tetapi juga menyangkut berbagai permasalahan yang mereka hadapi,” tegasnya.
Terkait penyebab kebakaran yang menewaskan seorang balita tersebut, Fairid meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Ia menyebut kejadian tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian dan masih dalam proses identifikasi. Penyebab, asal api, hingga kronologi kebakaran nantinya akan disampaikan oleh pihak kepolisian.
“Jangan menyimpulkan terlebih dahulu. Nantinya pihak kepolisian yang akan menyampaikan penyebab, asal api, serta kronologi kebakaran,” katanya.
Sementara mengenai nilai kerugian, Fairid menyebut belum dapat dipastikan. Perhitungan masih menunggu pendataan dari pihak terkait.
Ia juga memastikan bantuan sosial yang diberikan saat ini tidak menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), melainkan ditangani melalui Dinas Sosial.
Adapun BTT dapat digunakan untuk kebutuhan yang sifatnya tidak terduga dan tidak terkendali, termasuk bantuan rumah akibat kejadian luar biasa, dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. (ifa/)












