DPRD Palangka Raya

Serap Aspirasi Masyarakat di Warung Kopi

61
×

Serap Aspirasi Masyarakat di Warung Kopi

Sebarkan artikel ini
Serap Aspirasi Masyarakat di Warung Kopi.

PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyerap aspirasi masyarakat secara santai melalui pertemuan di warung kopi.

Dalam suasana informal tersebut, Khemal berdialog langsung dengan warga dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendengarkan berbagai keluhan serta kebutuhan masyarakat.

Khemal mengatakan, kegiatan bertemu masyarakat tidak harus selalu dilakukan dalam suasana formal. Menurutnya, komunikasi santai seperti ngopi bersama justru dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara lebih leluasa.

“Setiap waktu itu tidak mesti kita mengisi waktu dengan hal-hal yang formal. Kadang-kadang informal, ngobrol-ngobrol dengan masyarakat. Mendengarkan keluhan masyarakat, apa yang diinginkan masyarakat,” kata Khemal, Jumat (14/8/26).

Ia menyebut kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi anggota DPRD untuk menemui dan menyerap aspirasi konstituen, khususnya pada masa reses.

Dalam kesempatan itu, Khemal juga menyoroti kondisi inflasi di Kota Palangka Raya yang disebut telah mencapai 4,48 persen pada Juli. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Dari hasil turun langsung ke lapangan, Khemal melihat pelaku UMKM memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi tekanan inflasi.

“Kita turun ke masyarakat, ke lapangan, lihat kondisinya. Ternyata pelaku UMKM lebih strong, lebih kuat menghadapi terpaan inflasi di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Ia menilai, ketahanan pelaku UMKM tersebut menunjukkan pentingnya peran sektor usaha masyarakat dalam menjaga perputaran ekonomi di daerah. Karena itu, dukungan terhadap UMKM dinilai perlu terus diperkuat agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan ekonomi.

Khemal menambahkan, pertemuan informal seperti ngopi bersama masyarakat juga menjadi cara untuk membangun komunikasi yang lebih dekat sekaligus memberikan ruang bagi warga menyampaikan kondisi yang mereka hadapi secara langsung. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *