Kapuas

Wiyatno Komitmen Lanjutkan Program 1 Desa Rp 1 M

51
×

Wiyatno Komitmen Lanjutkan Program 1 Desa Rp 1 M

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA : Bupati Kapuas HM.Wiyatno foto bersama dengan para kades se Kabupaten Kapuas beberapa hari lalu di Palangka Raya. Ist

PALANGKA RAYA – Bupati Kapuas HM.Wiyatno menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program 1 desa Rp 1 Miliar untuk tahun anggaran 2027 mendatang. Program krusial ini sebagai upaya pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.

Komitmen mantan Ketua DPRD Kalteng ini ditegaskan dalam pertemuan dan silahturrahmi dengan para kepala desa (kades) se-Kabupaten Kapuas di Palangka Raya.

Pertemuan ini dilaksanakan di sela-sela Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng di GOR Indor beberapa hari lali.

Dalam pertemuan itu Wiyatno yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, menyampaikan menyampaikan sejumlah arahan penting terkait percepatan pembangunan daerah. Mulai percepatan pembangunan infrastruktur jalan, hingga optimalisasi dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Kapuas.

“Pemerintah Kabupaten Kapuasberkomitmen  tetap melanjutkan Program Rp1 Miliar per Desa. Program ini diposisikan sebagai instrumen utama dalam mendorong percepatan pembangunan yang berkeadilan di seluruh pelosok wilayah,” ujarnya di hadapan para kades se Kabupaten Kapuas.

​Namun, lanju Wiyatno skema pelaksanaan program tersebut pada tahun 2027 mendatang akan mengalami penyesuaian orientasi dengan mengedepankan asas pemerataan.

“Desa-desa yang selama ini telah banyak memperoleh alokasi pembangunan melalui APBD akan tetap mendapatkan perhatian. Kendati demikian, porsi alokasi yang lebih besar ke depan akan diprioritaskan bagi wilayah pesisir dan pedalaman yang selama ini masih minim tersentuh pembangunan,”terangnya.

Melalui penyesuaian regulasi dan prioritas alokasi tersebut, Pemkab Kapuas berharap kesenjangan pembangunan antarwilayah dapat dipangkas secara signifikan, sekaligus memperkuat sektor pertanian dan konektivitas infrastruktur desa menuju Kapuas yang lebih maju.(Alx)

​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *