BOGOR – Perkembangan teknologi digital menuntut insan pers untuk terus beradaptasi. Tak lagi cukup hanya mampu menulis berita yang akurat, jurnalis kini juga dituntut memahami algoritma media sosial.
Terutamanya yakni, menguasai teknik penulisan ramah mesin pencari (SEO), hingga mengetahui strategi memonetisasi karya jurnalistik tanpa mengabaikan etika dan prinsip pemberitaan.
Semangat meningkatkan kompetensi itulah yang mendorong dua jurnalis Radar Kalteng, Ardo Ananda dan Mulyono, mengikuti Barak Jurnalistik Season 2 yang digelar Radar Bogor di Gedung Graha Pena Radar Bogor, Kamis (6/8).
Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, blogger hingga para penyintas yang ingin mengembangkan kemampuan menulis sekaligus memanfaatkan peluang di era digital.
Dua mentor dari Radar Bogor, yakni Pemimpin Redaksi Lucky Lukman Nul Hakim dan Redaktur Pelaksana Imam Rahmanto, membagikan pengalaman menghadapi perubahan lanskap media yang semakin dinamis.
Dalam sesi pertama, Imam Rahmanto menjelaskan bagaimana algoritma media sosial telah mengubah cara media menyampaikan informasi kepada publik.
Menurutnya, media massa tidak lagi cukup hanya menyajikan berita, tetapi juga harus mampu membangun interaksi dengan pembaca tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik.
“Tim redaksional Radar Bogor selalu beradaptasi dengan setiap perubahan algoritma, mulai dari Instagram, Facebook, TikTok, X hingga YouTube,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan perilaku audiens membuat komunikasi media kini berlangsung dua arah.
Publik memiliki ruang untuk memberikan kritik, masukan hingga membentuk opini melalui berbagai platform digital.
“Kalau dulu media menyampaikan informasi dan pembaca hanya menerima, sekarang semua orang memiliki kuasa untuk berkomentar,” katanya.
Karena itu, media harus mampu membangun interaksi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.
Serta, pahami aturan di setiap platform digital agar konten tidak terkena pembatasan jangkauan maupun sanksi akibat pelanggaran kebijakan.
Ia menjelaskan pentingnya riset kata kunci, penyusunan judul yang menarik namun tidak menyesatkan, serta struktur artikel yang memudahkan pembaca sekaligus mesin pencari memahami isi berita.
Materi juga diperluas dengan pembahasan mengenai peluang memperoleh pendapatan melalui website media online.
Topik tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena membuka wawasan bahwa kemampuan menulis dapat berkembang menjadi peluang ekonomi di era digital.
Mengupas Strategi Merayu Algoritma Google
Sementara itu, pada sesi berikutnya, Lucky Lukman Nul Hakim mengupas strategi membangun artikel yang mudah ditemukan melalui Google.
Selama pelatihan, diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar tantangan jurnalistik digital, pengelolaan konten, hingga strategi menghadapi perubahan algoritma yang terus berkembang.
Keikutsertaan jurnalis Radar Kalteng dalam pelatihan ini diharapkan menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, memperluas jangkauan pembaca melalui penerapan SEO, sekaligus memperkuat kemampuan redaksi dalam menghadapi tantangan industri media yang terus berubah.
Melalui Barak Jurnalistik Season 2, Radar Bogor mendorong lahirnya penulis dan jurnalis yang tidak hanya menghasilkan karya berkualitas.Namun juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami etika jurnalistik, serta mampu melihat peluang digital tanpa mengabaikan akurasi dan semangat melawan hoaks.












