Palangka RayaUtama

Sidak 3 SPBU, Pemadaman Listrik Diduga Ikut Picu Antrean

81
×

Sidak 3 SPBU, Pemadaman Listrik Diduga Ikut Picu Antrean

Sebarkan artikel ini
PEMANTAUAN : DPKUKMP bersama tim melakukan pemantauan ke SPBU Yos Sudarso, Soekarno, dan Seth Adji, Kamis (6/8/26). FOTO : HUMAS/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Dugaan bahwa pemadaman listrik ikut memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palangka Raya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota.

Meski menyebut keterlambatan distribusi BBM sebagai penyebab utama, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) tidak menampik gangguan listrik juga dapat memperburuk kondisi pelayanan di SPBU.

Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, mengatakan pemadaman listrik berpotensi menghambat operasional SPBU, terutama jika tidak didukung genset dengan kapasitas yang memadai.

“Mungkin ada juga benarnya, karena kalau mati listrik operasional SPBU pun akan terganggu sehingga akan kesulitan, apalagi kalau mereka tidak menyediakan genset dengan kapasitas yang cukup. Sehingga mereka memilih untuk istirahat,” ujarnya, Kamis (6/8/26).

Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya isu di masyarakat yang mengaitkan antrean panjang kendaraan di SPBU dengan seringnya pemadaman listrik dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, Fajar menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, penyebab utama antrean tetap diduga berasal dari keterlambatan distribusi BBM ke Kota Palangka Raya.

“Menurut asumsi dan prediksi kami, antrean biasanya terjadi karena adanya kendala keterlambatan suplai distribusi BBM ke Kota Palangka Raya. Informasinya, dalam beberapa hari ke depan distribusi akan kembali normal,” katanya.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, DPKUKMP bersama tim melakukan pemantauan ke SPBU Yos Sudarso, Soekarno, dan Seth Adji. Selain itu, personel Satpol PP ditempatkan di sejumlah SPBU di dalam kota untuk memantau perkembangan antrean.

Menurut Fajar, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan pimpinan daerah agar pemerintah dapat mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus mengantisipasi apabila terjadi gangguan pelayanan yang lebih luas.

“Kita memantau dan melihat keadaan sehingga atas petunjuk dan arahan pimpinan kita lakukan pengawasan dan pemantauan hari ini,” ujarnya.

Di tengah antrean yang sempat mengular, pemerintah berharap distribusi BBM segera kembali normal sehingga pelayanan di SPBU dapat pulih.

Namun, isu mengenai kesiapan SPBU menghadapi pemadaman listrik juga menjadi perhatian, mengingat operasional pengisian BBM sangat bergantung pada pasokan listrik maupun ketersediaan genset sebagai sumber daya cadangan. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *