Kabut Asap, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah daerah mengutamakan keselamatan peserta didik apabila kualitas udara akibat kabut asap terus memburuk.
Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Byran Iskandar menegaskan kesehatan anak-anak tidak boleh dikorbankan ketika paparan asap mulai mengancam aktivitas sehari-hari.
“Kalau memang kondisi kabut asap semakin pekat dan membahayakan kesehatan, tentu pemerintah harus mengambil keputusan yang terbaik. Daripada anak-anak berada di luar dan berisiko terhadap kesehatannya, sekolah sementara bisa saja diliburkan sesuai hasil kajian pemerintah,” ujarnya, Rabu (29/7).
Menurutnya, keputusan tersebut memang menjadi kewenangan pemerintah daerah bersama instansi terkait. Namun, langkah antisipatif perlu disiapkan sejak dini agar tidak terlambat ketika kualitas udara memasuki kategori tidak sehat dan mulai berdampak pada aktivitas belajar mengajar.
Byran juga mengingatkan agar jajaran Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi menlonjaknya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
“Puskesmas, klinik sampai rumah sakit harus siap memberikan pelayanan. Ketersediaan oksigen, termasuk yang portabel, sebaiknya dipastikan sejak sekarang karena kondisi seperti ini tidak bisa diprediksi kapan akan memburuk,” katanya.
Ia menilai penanganan kabut asap tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran, tetapi juga harus diikuti langkah perlindungan terhadap masyarakat. Edukasi mengenai penggunaan masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, serta pemantauan kesehatan warga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dampaknya dapat diminimalkan.
”Yang terpenting sekarang adalah pencegahan. Pemerintah harus cepat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi udara dan langkah-langkah yang harus dilakukan, sehingga masyarakat tidak terlambat mengantisipasi dampaknya,” tegas Byran.
Komisi III DPRD Kalteng berharap pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara dan segera mengambil kebijakan yang diperlukan apabila kondisi memburuk. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk melindungi warga dari dampak kabut asap selama musim kemarau.(sep)












