PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta pemerintah bersama seluruh unsur Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) bergerak cepat menangani kebakaran lahan dan butan.
Karhutla di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya memicu terjadinya kabut asap beberapa hari belakangan ini. Respons dini dinilai menjadi kunci agar titik api tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan sejak awal.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran mengaku terkejut karena kabut asap mendadak menebal dalam waktu singkat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebakaran cukup besar terjadi di kawasan Tumbang Nusa untuk menuju lokasi kebakaran cukup terbatas sehingga menyulitkan penanganan dari darat.
Ia meminta karhutla segera diantisipasi melalui langkah yang lebih cepat sebelum api meluas ke wilayah lain. “Saya juga kaget, kemarin rasanya belum ada apa-apa, tetapi hari ini kabut asap semakin pekat. Saya dapat informasi memang ada kebakaran besar di daerah Tumbang Nusa, jadi harus direspons cepat,” katanya.
Menurutnya pemerintah sebenarnya telah memiliki pengalaman menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla dalam beberapa tahun terakhir. “Sebenarnya persiapan sudah ada, karena ini masuk tahun keempat kebiasaan yang terjadi akibat El Nino. Pastinya sudah ada persiapan yang dilakukan BPBPK maupun pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian dan lainnya,” ujarnya, Senin (27/7).
Ia menilai pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya semestinya menjadi modal bagi pemerintah dalam menentukan strategi penanggulangan. Ketika akses darat mengalami kendala, dukungan operasi udara harus segera dioptimalkan agar proses pemadaman tidak terlambat. “Menurut saya pengalaman karhutla sebelumnya bisa jadi modal untuk antisipasi. Water bombing itu harus segera dilakukan, penanganan dini memang yang paling penting supaya kebakaran tidak semakin meluas,” tegas Tomy.
Komisi III DPRD Kalteng berharap koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar setiap titik api dapat segera ditangani. Langkah cepat sejak awal dinilai tidak hanya mengurangi risiko meluasnya kebakaran, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat serta meminimalkan dampak kabut asap terhadap aktivitas dan perekonomian daerah.(sep/*)












