PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Hero Harapanno Mandouw menyesalkan pemadaman listrik yang mendadak di seluruh wilayah Kalteng. Pemadaman listrik yang tanpa pemberitahuan itu akan mengganggu layanan kesehatan bagi rumah sakit yang tergantung ketersediaan listrik selama 24 jam.
Hero Harapanno Mandouw mengatakan rumah sakit menjadi sektor yang paling rentan ketika pemadaman listrik terjadi tanpa kepastian. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu hanya karena pasokan listrik terputus.
“Yang paling kasihan tentu fasilitas umum, terutama rumah sakit. Kemarin di Kapuas sempat ramai karena rumah sakit mengalami pemadaman listrik. Terlepas dari kesiapan teknis mereka, apakah memiliki genset atau tidak, tetap saja persoalannya bermula karena listrik PLN padam,” ujarnya, Senin (27/7).
Hero menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat. Rumah sakit memang memiliki sumber listrik cadangan, namun keberadaan genset hanya menjadi solusi sementara dan tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan seringnya gangguan pasokan listrik dari penyedia layanan.
Selain fasilitas kesehatan, pemadaman juga dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah. Aktivitas rumah tangga, pekerjaan, hingga pelayanan di kantor pemerintahan ikut terganggu ketika listrik padam dalam waktu yang tidak dapat dipastikan.
“Banyak masyarakat yang memiliki anak kecil di rumah, aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan pelayanan di kantor-kantor pemerintahan juga ikut terdampak. Kondisi seperti ini tentu tidak bisa dianggap biasa karena dampaknya sangat luas,” kata Hero
Menurut Hero, kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi PLN agar keandalan sistem kelistrikan semakin ditingkatkan. “Kami berharap PLN benar-benar dapat menjamin agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Masyarakat membutuhkan kepastian pelayanan karena listrik sudah menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Komisi II DPRD Kalteng meminta persoalan ini segera ditangani secara serius dengan memperkuat keandalan jaringan serta memastikan fasilitas publik memperoleh pasokan listrik yang aman. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan kejadian serupa tidak kembali menimbulkan keresahan di berbagai daerah.(sep/*)












