Utama

Antrean BBM Dipicu Listrik Padam, Bukan Stok Menipis

531
×

Antrean BBM Dipicu Listrik Padam, Bukan Stok Menipis

Sebarkan artikel ini
RAPAT DENGAN PERTAMINA: Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini memimpin rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga dan 17 pengelola SPBU di Kota Palangka Raya, Rabu (29/7/2026). RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

Empat SPBU di Palangka Raya Sudah Buka 24 Jam

PALANGKA RAYA – Kekhawatiran masyarakat soal kelangkaan pertalite ditepis. Hasil evaluasi Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pertamina dan 17 pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyimpulkan stok bahan bakar minyak (BBM) aman. Sementara antrean di sejumlah SPBU dipicu perpindahan konsumen ke pertalite dan pemadaman listrik yang menghambat pelayanan.

Pemerintah Kota Palangka Raya mengumpulkan PT Pertamina Patra Niaga bersama 17 pengelola SPBU dalam rapat evaluasi yang dipimpin Wakil Wali (Wawali) Kota Achmad Zaini, Rabu (29/7/2026). Pertemuan itu untuk mencari akar persoalan antrean BBM sekaligus memastikan distribusi kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Achmad Zaini menegaskan, hasil rapat menyimpulkan stok BBM di Kota Palangka Raya dalam kondisi aman. Berdasarkan paparan Pertamina, kuota pertalite yang dialokasikan ke seluruh SPBU masih mencukupi dan distribusi dari Fuel Terminal Pulang Pisau berlangsung lancar.

Menurut wawali, antrean bukan disebabkan kekosongan stok, melainkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Selisih harga pertalite yang jauh lebih murah dibanding pertamax membuat sekitar 9 hingga 10 persen konsumen beralih menggunakan BBM bersubsidi tersebut sehingga permintaan meningkat dalam waktu bersamaan.

Selain itu, masyarakat juga cenderung membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Jika sebelumnya hanya mengisi sebagian tangki, kini banyak pengendara memilih mengisi penuh sehingga waktu pelayanan di dispenser menjadi lebih lama dan antrean bertambah panjang.

Faktor lain yang memperparah kondisi ialah pemadaman listrik bergilir. Operasional SPBU sangat bergantung pada pasokan listrik dari perusahaan listrik negara (PLN). Sedangkan kemampuan genset rata-rata hanya mampu bekerja sekitar lima hingga enam jam dan tidak bisa dioperasikan terus-menerus tanpa jeda karena dapat memengaruhi kinerja mesin dispenser.

Karena itu, jadwal pemadaman listrik diharapkan dapat diatur agar tidak berlangsung pada jam-jam sibuk operasional SPBU. Pertamina juga mengusulkan durasi pemadaman maksimal tiga jam dan sebisa mungkin dilakukan di luar jam padat. Yakni pukul 06.00-08.00 WIB, 12.00-13.00 WIB, serta 16.00-20.00 WIB.

Sales Branch Manager (SBM) Kalteng 1 Fuel Hari Harjunadi memastikan stok BBM tetap aman. Persediaan pertamax diperkirakan cukup untuk 11 hari ke depan, pertalite tujuh hari, sedangkan dexlite dan biosolar sekitar tujuh hingga delapan hari. Ia menegaskan, stok tersebut bersifat berkelanjutan karena pasokan terus dikirim secara rutin.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah meminta untuk memajukan waktu pelayanan di Fuel Terminal Pulang Pisau dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB agar distribusi ke Kota Palangka Raya tiba lebih cepat. Selain itu, sejumlah SPBU juga diminta memperpanjang jam operasional apabila antrean masih terjadi hingga malam.

Achmad Zaini menambahkan, dari 17 SPBU di Kota Palangka Raya terdapat empat SPBU yang beroperasi 24 jam. Yakni di Jalan Tjilik Riwut Km 12, Jalan Seth Adji, Jalan Diponegoro, dan Pahandut Seberang. SPBU reguler juga siap melayani hingga pukul 24.00 WIB apabila antrean belum terurai.

Dari laporan para pengelola SPBU, hampir seluruhnya menyatakan distribusi pertalite berjalan lancar dan stok masih tersedia. Antrean kendaraan umumnya masih berada di dalam area SPBU, meski beberapa lokasi sempat mengalami perlambatan pelayanan akibat listrik padam maupun gangguan jaringan saat pemindaian barcode.

Pemko bersama Pertamina, Satpol PP, dan kepolisian juga akan memperketat pengawasan mencegah aktivitas pelangsir yang berpotensi mengganggu distribusi BBM. “Yang paling penting masyarakat tidak perlu panik. Stok aman, distribusi lancar, dan kami akan terus berkoordinasi agar pelayanan di SPBU tetap optimal meski ada kendala pemadaman listrik,” tegas Achmad Zaini. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *