Utama

PLN Janji Listrik Pulih Awal Agustus

602
×

PLN Janji Listrik Pulih Awal Agustus

Sebarkan artikel ini
INSPEKSI : Seorang teknisi inspeksi bagian dalam stator generator sebagai bagian dari pemeliharaan untuk memastikan keandalan dan kinerja optimal pembangkit listrik, beberapa waktu lalu. FOTO MEDIA CENTER/RADAR KALTENG

Setelah Didemo Warga dan Mendapat “Kado” Ribuan Ekor Bangkai Ayam

PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang berulang hingga sekitar enam jam di Kota Palangka Raya memicu gelombang protes masyarakat. Dalam dua hari berturut-turut, aksi demonstrasi digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan warga dan pelaku usaha.

Puncaknya, Persatuan Peternak Kalimantan Tengah mendatangi kantor PT PLN (Persero) dengan membawa “hadiah” berupa ayam mati kemarin (tiren) sebagai simbol besarnya kerugian yang mereka alami.

Selain mendesak percepatan pemulihan pasokan listrik, para peternak juga menuntut PLN memberikan kompensasi atas kerugian yang timbul akibat pemadaman berkepanjangan.

Di tengah tekanan tersebut, PLN berjanji pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) akan mulai berangsur normal pada pekan pertama Agustus 2026.

Gangguan kelistrikan terjadi akibat kerusakan pada generator PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin di dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).

Gangguan pada Sistem Interkoneksi Kalimantan itu menyebabkan kemampuan pasok listrik ke wilayah Kalselteng menurun secara signifikan sehingga memicu pemadaman bergilir.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng Iwan Soelistijono mengatakan, seluruh tim teknis telah dikerahkan untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit pembangkit yang mengalami gangguan.

“Tim di lapangan terus bekerja mengejar penanganan teknis di setiap titik kerusakan. Kami menargetkan pasokan listrik Kalselteng mulai berangsur normal pada pekan pertama Agustus 2026 mendatang, seiring penuntasan pengujian keamanan unit-unit pembangkit secara bertahap,” kata Iwan, Selasa (28/7/2026).

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN masih menerapkan skema manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah guna menjaga kestabilan Sistem Interkoneksi Kalimantan dan mencegah gangguan yang lebih luas.

PLN juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada jam beban puncak pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.

Pelanggan disarankan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan serta mengatur suhu pendingin ruangan (AC) di atas 24 derajat Celsius.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan menegaskan akan mengerahkan seluruh sumber daya terbaik agar pasokan listrik dapat segera kembali normal sesuai target. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *