NANGA BULIK – Sebuah truk longbet bermuatan tiga unit ekskavator terguling di kawasan Bukit Angker, Desa Kudangan, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Senin (27/7) malam.
Insiden tersebut membuat arus lalu lintas Jalan Trans Kalimantan penghubung Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) lumpuh total.
Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Lamandau, petugas tiba di lokasi pada pukul 00.47 WIB dan menemui sopir truk, Gian Luhur Gemilang (22), yang mengemudikan truk longbet Sinotruk Howo bernomor polisi BM 8273 JO milik PT Mitra Angkutan Sejati dengan muatan tiga unit ekskavator merek Sunward PC100.
Dari keterangan sopir, kendaraan tersebut berangkat dari PT Indo Agro Mas di Pangkalan Banteng pada 2 Juli 2026 dengan tujuan Jalan 28 Oktober, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Namun, saat tiba di Kecamatan Delang pada 17 Juli 2026, truk mengalami kerusakan pada kampas kopling sehingga harus menjalani perbaikan selama sekitar 10 hari dengan mendatangkan mekanik. Setelah dinyatakan selesai diperbaiki, perjalanan kembali dilanjutkan pada 27 Juli 2026.
Sekitar pukul 20.00 WIB, ketika melintasi tanjakan Bukit Angker di Jalan Lintas Trans Kalimantan, truk tiba-tiba mundur meski mesin masih dalam keadaan hidup.
Kendaraan kemudian melintang di badan jalan, sementara tiga unit ekskavator yang diangkut terbalik dan menutup seluruh ruas jalan. Akibat insiden tersebut, akses utama penghubung Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah karena seluruh badan jalan tertutup muatan ekskavator.
Di lokasi kejadian, petugas kepolisian memasang lampu peringatan (flash light) dari arah Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Barat untuk mengamankan arus lalu lintas.
Polisi juga mendata identitas sopir beserta kernet serta melakukan dokumentasi sebagai bagian dari penanganan kejadian.
Hingga laporan dibuat, proses evakuasi masih menunggu alat berat sehingga arus lalu lintas di jalur Trans Kalimantan masih belum dapat dilalui.












