Gunung Mas

Heriyanto Jadi Direktur RSUD Kuala Kurun

46
×

Heriyanto Jadi Direktur RSUD Kuala Kurun

Sebarkan artikel ini
SERTIJAB : Plt Kepala Dinkes Gunung Mas dr Rina Sari menghadir sertijab direktur lama dr Rusni D Mahar ke pejabat yang baru Heriyanto SKM di Aula RSUD Kuala Kurun, Senin (27/7/202). foto: SEPANYA/RADAR KALTENG

Siap Mengemban Amanah Menghadapi Akreditasi 2027

KUALA KURUN – Tongkat estafet kepemimpinan di UPT RSUD Kuala Kurun resmi berganti. Dari sosok yang telah menakhodai rumah sakit, dr Rusni D. Mahar, kini amanah itu berpindah ke tangan Heriyanto SKM. Pergantian tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari tantangan baru dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas.
Prosesi serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung di Aula RSUD Kuala Kurun, Senin (27/7/2026), dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, dr. Rina Sari, beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Selain jabatan direktur, sertijab juga dilakukan pada sejumlah posisi strategis lainnya, yakni di Bidang Kepegawaian, Bidang keperawatan, Dokter Ahli Madya, serta Kepala Bagian Tata Usaha.
Dalam sambutannya, dr. Rina Sari menegaskan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi.
Menurutnya, setiap pergantian jabatan harus menjadi momentum untuk menghadirkan semangat baru dan meningkatkan kinerja pelayanan. Ia meminta direktur, yang baru agar tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.
“Pergantian pimpinan adalah hal yang biasa. Yang terpenting sekarang adalah segera beradaptasi, membangun koordinasi dengan seluruh bidang, sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih baik, lebih cepat, dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar dr. Rina Sari.
Sementara itu, mantan Direktur RSUD Kuala Kurun, dr. Rusni D. Mahar, mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah program strategis yang harus menjadi perhatian kepemimpinan berikutnya. Salah satu agenda besar yang sudah dipersiapkan adalah akreditasi rumah sakit pada tahun 2027.
Selain itu, kata dia, pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan, termasuk rencana penyediaan ruang pelayanan cuci darah (hemodialisis) beserta program-program lain yang telah disusun oleh masing-masing bidang.
“Persiapan akreditasi 2027 menjadi salah satu prioritas. Kemudian ada juga pengembangan ruang cuci darah dan beberapa program lainnya yang nanti akan dijelaskan lebih rinci oleh masing-masing bidang,” tutur dr. Rusni.
Di sisi lain, Direktur RSUD Kuala Kurun yang baru, Heriyanto, mengakui dirinya memang belum pernah memimpin rumah sakit. Namun, ia menilai pengalaman panjangnya di puskesmas maupun di bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan menjadi modal penting untuk menjalankan amanah tersebut.
Ia menegaskan akan segera mempelajari sistem yang telah berjalan, membangun komunikasi dengan seluruh jajaran, serta meneruskan program-program yang sudah dirintis sebelumnya.
“Memang saya belum pernah bertugas sebagai direktur rumah sakit. Tetapi belajar dari pengalaman saya di puskesmas dan di bidang Kesmas Dinas Kesehatan menjadi bekal untuk menjalankan amanah ini. Saya akan belajar, berkoordinasi, dan bersama-sama membawa RSUD Kuala Kurun menjadi lebih baik,” kata Heriyanto. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *