DPRD Gunung Mas

Dewan Ingatkan Warga Gumas

45
×

Dewan Ingatkan Warga Gumas

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gunung Mas Neni Yuliani. foto: ist

Musim Kemarau Jangan Dianggap Biasa, Satu Api Bisa Jadi Bencana

KUALA KURUN – Musim kemarau bukan sekadar perubahan cuaca. Di balik teriknya matahari, tersimpan ancaman yang bisa berubah menjadi bencana besar jika masyarakat lengah. Karena itu, DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengingatkan seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota DPRD Gunung Mas Neni Yuliani menegaskan, kondisi cuaca saat ini menunjukkan Kabupaten Gunung Mas mulai memasuki puncak musim kemarau. Curah hujan yang semakin minim membuat vegetasi cepat mengering dan sangat mudah terbakar.

“Curah hujan di wilayah Kabupaten Gunung Mas saat ini hampir tidak ada. Artinya kita sudah memasuki musim kemarau. Karena itu, kami mengimbau masyarakat, khususnya yang sering beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan, agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Sekecil apa pun api yang dibiarkan, risikonya bisa memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas terhadap lingkungan maupun kehidupan masyarakat,” ujar Neni, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menyebabkan kabut asap, tetapi juga merusak ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, mengancam habitat satwa, hingga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas sebelum bencana benar-benar terjadi.

Neni menilai kesiapsiagaan, tidak boleh hanya dibebankan kepada aparat pemerintah atau petugas pemadam kebakaran. Kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah munculnya titik api.

Selain mengingatkan masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, ia juga meminta, pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau di seluruh 12 kecamatan di Kabupaten Gunung Mas.

“Perlu ada kesiapan yang matang. Masyarakat harus mulai menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara pemerintah juga harus memastikan bantuan logistik, pasokan air bersih, hingga obat-obatan tersedia apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat,” katanya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar ancaman karhutla dapat dicegah sejak dini. Menurutnya, mencegah jauh lebih mudah dan murah daripada harus memadamkan api yang sudah telanjur meluas.

“Jangan tunggu api membesar baru semua bergerak. Pencegahan adalah langkah paling efektif agar Gunung Mas tetap aman, masyarakat terlindungi, dan lingkungan tetap lestari,” pungkasnya. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *