Kotawaringin Timur

Waspadai Diare dan ISPA

62
×

Waspadai Diare dan ISPA

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA: Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Umar Kaderi saat diwawancarai awak media, beberapa waktu lalu. ‎APRI/RADAR KALTENG

Musim Kemarau Datang, Dinkes Ingatkan Warga Kotim

‎‎SAMPIT – Memasuki musim kemarau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang kerap muncul akibat cuaca panas dan kering. Terutama diare serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

‎Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, perubahan cuaca disertai meningkatnya debu dapat memicu gangguan kesehatan. Khususnya pada anak-anak, lanjut usia, dan kelompok yang daya tahan tubuh rendah. ‎”Untuk mencegah kedua penyakit tersebut, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

‎Menurut Umar, diare umumnya ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi cair, yang dapat disertai nyeri perut, mual, muntah, hingga tubuh terasa lemas. Sementara ISPA menyerang saluran pernapasan atas dengan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, batuk, radang tenggorokan, demam ringan, bahkan sesak napas pada kondisi tertentu.

‎Ia menekankan bahwa sebagian besar kasus penyakit tersebut dapat dicegah melalui kebiasaan hidup sehat yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

‎Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang serta air minum yang bersih, menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan berdebu, menjaga kebersihan rumah dan sirkulasi udara, serta memperkuat daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan memenuhi kebutuhan cairan.

‎Selain upaya pencegahan, Umar mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada kondisi serius. Penderita diare dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlangsung lebih dari dua hari, disertai darah pada tinja, muntah terus-menerus, atau muncul tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, mata cekung, berkurangnya frekuensi buang air kecil, dan tubuh terasa lemah.

‎Hal serupa juga berlaku bagi penderita ISPA. Pemeriksaan medis perlu segera dilakukan apabila mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, batuk yang semakin berat, sesak napas, kesulitan makan atau minum, maupun kondisi tubuh yang semakin lemas dan mudah mengantuk.

‎Umar menegaskan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko penyakit selama musim kemarau. ‎”Masyarakat diharapkan tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar kesehatan keluarga tetap terjaga selama periode cuaca kering ini,” pungkasnya. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *