KUALA KAPUAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Kontinjensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Hotel Fovere, Kuala Kapuas, Selasa (14/7).
Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk percepatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi musim kemarau dan ancaman fenomena iklim El Nino. Apalagi musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan waktunya cukup panjang.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menjelaskan bahwa forum ini sengaja dibentuk untuk membangun kerangka kerja penanganan bencana yang terpadu. Penyusunan rencana kontinjensi ini tidak hanya melibatkan internal pemerintah, tetapi juga merangkul seluruh lini dalam ekosistem daerah.
“Forum ini bertujuan merumuskan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan apabila terjadi Karhutla. Semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pihak swasta atau dunia usaha, serta seluruh unsur pentahelix di Kabupaten Kapuas duduk bersama hari ini,” kata Pangeran di sela-sela kegiatan.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, BPBD berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki kesamaan persepsi dan tidak ada lagi ego sektoral saat di lapangan.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media (pentahelix) dinilai menjadi kunci utama agar penanggulangan karhutla di Kabupaten Kapuas dapat berjalan cepat, tepat, dan terukur.
Rencana kontinjensi yang dihasilkan dari FGD ini nantinya akan menjadi dokumen panduan resmi bagi seluruh instansi terkait dalam memetakan risiko, mengalokasikan sumber daya, hingga menentukan komando penanganan darurat jika eskalasi karhutla meningkat selama musim kemarau.(Alx)












