Jejak Kasus Penggerebekan Berdarah di Desa Kalemei
Pengungkapan kasus penyerangan berdarah terhadap anggota kepolisian di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, memperlihatkan fakta mencengangkan. Di tengah proses perburuan para pelaku, penyidik kepolisian kini mengembangkan penyelidikan hingga menelusuri dugaan keterkaitan sejumlah pihak yang memiliki relasi dengan lingkaran kekuasaan di daerah tersebut.
FAKTA baru yang dihimpun menyebutkan adanya seorang perempuan yang diduga memiliki kedekatan dengan jaringan pelaku. Perempuan itu disebut memiliki hubungan dekat dengan Bio, salah satu terduga pelaku utama yang kini telah diamankan aparat kepolisian. Bio juga diduga merupakan bandar sabu di daerah Kalemei.
Tidak hanya itu, hasil penelusuran sementara juga mengindikasikan perempuan tersebut memiliki hubungan keluarga dengan seorang kepala desa di Kabupaten Katingan. Informasi lain yang berkembang juga menyebut adanya hubungan keluarga dengan seorang anggota legislatif Katingan. Dugaan tersebut kini masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.
Meski demikian, hingga saat ini aparat belum menyimpulkan adanya keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam tindak pidana yang sedang diusut polisi. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta menelusuri seluruh hubungan yang diduga berkaitan dengan jaringan pelaku penyerangan.
“Tidak ada kaitannya dengan anggota legislatif, namun ada hubungan keluarga saja,” ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Slamet Ady Purnomo saat dikonfirmasi Radar Kalteng, Minggu (12/7/2026).
Ia menegaskan, penyidikan masih terus berjalan. Polisi juga masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. “Kami masih menyelidiki dan mengejar pelaku lainnya. Nanti akan dirilis resmi oleh kapolda dan kabid humas,” tegas Slamet.
Polda Kalteng belum membuka secara rinci hasil penyelidikan kepada publik demi kepentingan proses hukum. Seluruh perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah rangkaian pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti dinilai cukup.
Kasus ini bermula dari operasi penindakan narkotika di Desa Tumbang Kalemei Kamis dini hari (2/7/2026). Operasi yang semula ditujukan untuk membongkar jaringan peredaran sabu berubah menjadi tragedi berdarah setelah personel Satresnarkoba Polres Katingan mendapat serangan brutal dari para pelaku.
Dalam peristiwa tersebut, tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas. Yakni Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Ipda Anumerta Sumariyanto. Gugurnya ketiga personel itu menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Polri sekaligus menyita perhatian masyarakat luas.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan juga menegaskan, jajarannya saat ini tengah mencurahkan fokus penuh pada operasi penangkapan. “Sekarang sudah kurang lebih sembilan orang yang kita amankan dan kita lakukan penangkapan,” bebernya, Jumat (10/7/2026).
Kini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada penangkapan para pelaku lapangan, tapi juga pada upaya aparat mengungkap siapa pun yang diduga memiliki peran, membantu, atau menjadi aktor di balik penyerangan tersebut.
Penyidik diharapkan mampu menuntaskan perkara ini secara menyeluruh dengan mengedepankan alat bukti dan proses hukum, sehingga keadilan bagi tiga anggota Polri yang gugur dapat benar-benar terwujud. (ter/ens)












