PALANGKA RAYA – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola nasional. Adhyaksa FC, klub yang belakangan dikaitkan dengan perpindahan home base ke Kalimantan Tengah (Kalteng), masuk dalam FIFA Registration Ban List atau daftar klub yang dikenai larangan mendaftarkan pemain baru oleh FIFA.
Informasi tersebut menjadi sorotan publik karena sebelumnya Adhyaksa FC yang disebut berubah nama menjadi Adhyaksa Kalteng itu telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menjadikan Palangka Raya sebagai markas baru menghadapi kompetisi Super League Indonesia musim 2026/2027.
Berdasarkan daftar FIFA Registration Bans, klub yang tercatat sebagai Adhyaksa Farmel FC itu dikenai sanksi mulai 6 Juli 2026 dengan durasi tiga periode registrasi pemain. Selama sanksi masih berlaku, klub tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain baru hingga kewajiban yang menjadi dasar pemberian sanksi diselesaikan. Namun hingga kini FIFA belum merinci penyebab spesifik sanksi tersebut kepada publik.
Menanggapi kabar tersebut, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengaku belum mengetahui adanya sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada klub yang akan bermarkas di Bumi Tambun Bungai tersebut. “Saya tidak tahu dan belum mendengar,” kata Edy Pratowo singkat, Jumat (10/7/2026) lalu.
Pernyataan itu menunjukkan Pemprov Kalteng belum memperoleh informasi resmi terkait status terbaru Adhyaksa FC di FIFA.
Masuknya nama Adhyaksa FC dalam daftar sanksi FIFA tentu memunculkan tanda tanya mengenai kesiapan klub menjalani musim baru. Apalagi klub promosi tersebut sedang berada dalam fase penyusunan skuad setelah memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dalam regulasi FIFA, registration ban merupakan sanksi yang umumnya berkaitan persoalan administrasi, sengketa kontrak, atau kewajiban finansial klub. Klub yang dikenai sanksi tetap dapat menjalankan aktivitas kompetisi, tapi tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama masa hukuman berlaku. Kecuali sanksi telah dicabut setelah kewajiban dipenuhi.
Sebelumnya, perpindahan home base Adhyaksa FC ke Kalteng disambut antusias masyarakat. Pemprov Kalteng bersama manajemen klub telah menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah pengembangan sepak bola daerah.
Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya juga diproyeksikan menjadi kandang baru Adhyaksa FC pada musim 2026/2027. Selain tim senior, klub tersebut juga berencana membawa program pembinaan usia muda melalui Elite Pro Academy kelompok U-16, U-18, dan U-20 ke Kalteng.
Adhyaksa FC sendiri merupakan klub yang memiliki perjalanan cukup singkat namun berkembang pesat. Klub ini berdiri pada 2020 dengan nama Farmel FC sebelum berganti nama menjadi Adhyaksa Farmel FC, kemudian dikenal sebagai Adhyaksa FC. Klub tersebut berada di bawah pembinaan lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia dan berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola nasional setelah meraih tiket promosi pada akhir musim 2025/2026.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Adhyaksa FC maupun PSSI terkait penyebab pasti dijatuhkannya sanksi FIFA serta langkah yang akan ditempuh untuk mencabut larangan registrasi pemain tersebut. (ifa/ens)












